Pembangunan yang terus menerus menyebabkan perubahan tata guna lahan dari ruang terbuka sebagai lahan resapan air berubah menjadi areal perumahan. Alih fungsi lahan resapan air menyebabkan air hujan yang jatuh pada lahan tersebut tidak masuk ke dalam tanah, tetapi melimpas di permukaan tanah. Ketika musim hujan sebagian besar air akan terbuang langsung ke laut, selain itu akan menimbulkan genangan air dan banjir. Sedangkan ketika musim kemarau, sumber air tanah banyak yang mengalami kekeringan. Secara alami, kekurangan air tanah dapat diatasi apabila sistem pengelolaan ditangani secara baik. Rumusan masalah pada penelitian ini adalah bagaimana penerapan sumur resapan untuk pengendalian genangan air hujan pada area rumah tinggal. Prinsip kerja dari sumur resapan adalah menyalurkan dan menampung air hujan ke dalam sebuah lubang atau sumur, dimana air hujan yang ada di permukaan tanah selanjutnya akan meresap secara perlahan ke dalam tanah. Di bawah tanah, air yang meresap ini akan merembes masuk ke dalam lapisan tanah yang disebut lapisan tidak jenuh, dimana lapisan ini masih bisa menyerap air. Dengan demikian, masuknya air hujan ke dalam tanah akan menambah air tanah. Penerapan sumur resapan pada area rumah tinggal diperlukan data perhitungan luas area yang tertutup bangunan dan kedap air. Jumlah area sumur resapan yang perlu dibuat adalah 4% dari area kedap air
Copyrights © 2020