Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi karakteristik biofisik dan sosial, ragam model agroforestri, integrasi kearifan lokal, dampak, serta tantangan dan peluang pengembangan model integratif agroforestri di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Senaru, Lombok Utara. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus. Lokasi ditentukan secara purposif karena memiliki praktik agroforestri yang berkembang dan relevan sebagai model pengelolaan hutan berbasis masyarakat. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, diskusi kelompok terfokus (FGD), dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif-kualitatif dan SWOT dengan validasi triangulasi sumber serta metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KHDTK Senaru memiliki keanekaragaman jenis tanaman yang tinggi, meliputi pohon tahunan, tanaman pangan, dan hortikultura, yang dikelola dengan pola tanam adaptif terhadap kondisi biofisik. Kearifan lokal seperti mengetu dan begibung berperan penting dalam menjaga harmoni sosial dan kelestarian lingkungan. Model agroforestri yang diterapkan memberikan dampak positif terhadap ketahanan pangan, pendapatan rumah tangga, konservasi tanah dan air, serta pemberdayaan masyarakat. Analisis SWOT mengidentifikasi kekuatan utama berupa keragaman vegetasi dan kelembagaan lokal yang solid, kelemahan pada keterbatasan teknologi dan kapasitas SDM, peluang pada dukungan kebijakan dan potensi pasar, serta ancaman dari perubahan iklim dan fluktuasi harga komoditas. Model integratif agroforestri berbasis kearifan lokal di KHDTK Senaru memiliki prospek besar untuk direplikasi di kawasan lain, dengan kunci keberhasilan pada sinergi pengetahuan tradisional dan inovasi ilmiah melalui pendekatan co-management.
Copyrights © 2025