cover
Contact Name
Sarwinda Intan Putri
Contact Email
sarwindaintan96@uho.ac.id
Phone
+6281245849917
Journal Mail Official
journalcelebica@uho.ac.id
Editorial Address
https://celebica.uho.ac.id/index.php/journal/about/editorialTeam
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Jurnal Celebica : Jurnal Kehutanan Indonesia
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : -     EISSN : 27231909     DOI : http://dx.doi.org/10.33772/jc.v2i2
Core Subject : Agriculture, Social,
Celebica Jurnal Kehutanan Indonesia merupakan jurnal online open akses enam bulanan yang diterbitkan oleh Jurusan Kehutanan Fakultas Kehutanan dan Ilmu Lingkungan Universitas Halu Oleo. Jurnal ini fokus untuk menyebarluaskan hasil-hasil penelitian dan pemikiran di bidang Kehutanan. Hasil Penelitian kehutanan yang dipublikasikan dalam jurnal ini mencakup bidang Manajemen Hutan, Sosial Ekonomi Kehutanan, Pengelolaan Daerah Aliran Sungai, Teknologi Pemanfaatan Hasil Hutan, Silvikultur dan Konservasi Sumberdaya Hutan
Articles 92 Documents
STUDI SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT TERHADAP PEMANFAATAN SUMBER DAYA ALAM DI DESA MATANO: A Community Socio-Economic Study On The Use Of Natural Resources In Matano Village Adrayanti Sabar; Chinty Agustiningrum; Makkarennu Makkarennu; Supratman Supratman
Jurnal Celebica : Jurnal Kehutanan Indonesia Vol. 4 No. 1 (2023):
Publisher : Jurusan Kehutanan -FHIL-UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jc.v4i1.6

Abstract

Matano Village which is near the conservation area, namely Lake Matano Nature Park and Faruhumpenai Nature Reserve is the background of this research to examine the social and economic conditions of the people in Matano Village from the perspective of how the community is able to fulfill their livelihood which is then explained in more detail through theory five main assets. The research was conducted in Matano Village, Nuha District, East Luwu Regency, South Sulawesi Province in June-August 2022. The method used in this research was purposive sampling. The data collected is in the form of primary data obtained through interviews with the community and secondary data obtained through literature relating to the socio-economic conditions of the community. The data analysis used in this study is a qualitative and quantitative description using the concept of livelihood assets, describing the four assets utilized by the people in Matano Village, and financial assets are calculated using the income, expenditure and saving formulas. The results showed that the community's main natural capital was the forest as a place for gardening and looking for non-timber forest products. The community's human capital is the expertise to make woven handicrafts from forest pandanus and palm trees. The community obtains their economic capital from their main livelihood, namely pepper farmers, side income is obtained from the sale of woven products. In marketing garden or handicraft products, people use networks, beliefs and groups as their social capital. Even so, the community has less physical capital, especially in road infrastructure and street lighting electricity.
PENGARUH CAMPURAN PUPUK KANDANG SAPI DAN ARANG SEKAM PADI TERHADAP PERTUMBUHAN KAYU PUTIH (Melaleuca cajuputi Powell) DI KEBUN RAYA UHO Faisal Danu Tuheteru; Basruddin basruddin; Husna Husna
Jurnal Celebica : Jurnal Kehutanan Indonesia Vol. 4 No. 1 (2023):
Publisher : Jurusan Kehutanan -FHIL-UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jc.v4i1.7

Abstract

Kayu putih merupakan salah satu tanaman dari famili Myrtaceae yang dapat menghasilkan minyak atsiri. Jenis ini dapat dikembangkan sebagai tanaman rehabilitasi lahan yang dapat diintegrasikan dengan produksi minyak kayu putih. Untuk mendukung keberhasilan penanaman maka perlu didukung oleh input pemupukan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui respon pertumbuhan tanaman kayu putih terhadap pemberian campuran pupuk kandang sapi dan arang sekam padi. Penelitian dilaksanakan selama 6 bulan (Juli-Desember tahun 2022) bertempat di Kebun Raya Universitas Halu Oleo, Kecamatan Kambu, Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara. Rancangan penelitian mengunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri atas empat taraf yaitu kontrol, 1 kg, 2 kg, dan 3 kg campuran pupuk kandang dan arang sekam dengan masing-masing perlakuan diulang 3 kali . Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian pupuk kandang sapi dan arang sekam meningkatkan pertumbuhan tanaman kayu putih, dimana takaran pupuk kandang sapi 3 kg efektif meningkatkan pertambahan jumlah daun dan diameter batang pada tanaman kayu putih umur 6 bulan di kebun raya UHO.
Kenyamanan Termal dan Persepsi Pengguna Taman Imam Bonjol dan Taman Melati, Kota Padang : (Thermal Comfort and User Perception of Taman Imam Bonjol and Taman Melati, Padang City) Noril Milantara; Ninin Asriani; Teguh Haria Aditia Putra
Jurnal Celebica : Jurnal Kehutanan Indonesia Vol. 4 No. 1 (2023):
Publisher : Jurusan Kehutanan -FHIL-UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jc.v4i1.8

Abstract

Ruang Terbuka Hijau (RTH) berfungsi untuk menciptakan keindahan, kenyamanan, keamanan, dan kesehatan bagi penggunanya. Pembangunan kota pada saat ini cenderung meminimalkan keberadaan RTH yang dapat mempengaruhi pada keseimbangan ekosistem, seperti fenomena meningkatnya suhu udara di pusat-pusat perkotaan dibandingkan dengan kawasan di sekitarnya atau yang disebut dengan Urban Heat Island (UHI) atau efek pulau bahang. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kenyamanan termal, dan mengetahui persepsi kenyamanan pengguna. Penelitian dilaksanakan pada RTH Imam Bonjol dan Taman Melati. Data kenyamanan termal yang dikumpulkan adalah suhu (T) dan kelembapan (Rh), sementara data persepsi pengguna adalah data kenyamanan suhu, kelembapan, dan kecepatan angin. Data dikumpulkan secara langsung dilapangan, dengan alat ukur thermohygrometer serta wawancara. Analisis kenyamanan fisik menggunakan pendekatan rumus Thermal Humidity Index (THI) dari Nieuwolt (1997), dan secara persepsi dianalisis secara deskriptif. Hasil analisa tingkat kenyamanan termal dengan rumus THI menunjukkan kategori yang tidak nyaman baik pada RTH Imam Bonjol dengan nilai 28,67 dan RTH Taman Melati sebesar 29,64. Sementara penilaian pengguna menyatakan bahwa RTH Imam Bonjol maupun RTH Taman Melati berada pada kategori Nyaman. Penelitian ini menunjukkan perlu dilakukan peninjauan ulang untuk kriteria kenyamanan dari nilai THI pada kota-kota Indonesia.
ANALISIS POTENSI TUMBUHAN OBAT DAN UPAYA KONSERVASINYA DI CAGAR ALAM NAPABALANO Nur Arafah; Basrudin; La De Ahmaliun; Wa Ode Indayani
Jurnal Celebica : Jurnal Kehutanan Indonesia Vol. 4 No. 1 (2023):
Publisher : Jurusan Kehutanan -FHIL-UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jc.v4i1.9

Abstract

Tumbuhan obat merupakan komponen utama yang tidak terpisahkan dengan masyarakat sekitar hutan. Masyarakat Kelurahan Napabalano yang berbatasan langsung dengan kawasan Cagar Alam Napabalano telah memanfaatkan keberadaaan Cagar Alam sebagai penghasil dan penyedia tumbuhan obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi tumbuhan obat di Kawasan Cagar Alam Napabalano dan upaya konservasi tumbuhan obat oleh masyarakat sekitar Cagar Alam Napabalano. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September-Desember 2021. Penelitian ini dilakukan di Kawasan Cagar Alam Napabalano, Kelurahan Napabalano, Kecamatan Napabalano, Kabupaten Muna. Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling untuk menentukan jumlah plot yang akan digunakan dalam pengambilan data jenis tumbuhan obat dan identifikasi secara langsung menggunakan buku panduan tumbuhan obat. Hasil penelitian menunjukan, jenis tumbuhan obat yang ditemukan sebanyak 21 jenis spesies dengan 13 famili. Indeks keanekragaman tumbuhan obat pada tingkatan pohon sebesar 2,509 % termasuk kategori sedang dan tingkat semai 0,515% termasuk kategori rendah. Upaya konservasi dilakukan oleh masyarakat secara ex-situ dengan menanam tumbuhan obat di pekarangan dan kebun.
ANALISIS KUALITAS MADU Tetragonula biroi DAN Tetragonula sapiens ASAL KECAMATAN WAWONII BARAT KABUPATEN KONAWE KEPULAUAN Rosmarlinasiah Rosmarlinasiah
Jurnal Celebica : Jurnal Kehutanan Indonesia Vol. 4 No. 1 (2023):
Publisher : Jurusan Kehutanan -FHIL-UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jc.v4i1.10

Abstract

Abstrak: Tetragonula biroi dan Tetragonula sapiens merupakan lebah tanpa sengat penghasil madu yang khas dengan rasa agak berbeda dari madu lebah lainnya. Madu ini cenderung memiliki rasa yang sedikit asam. Tujuan penelitian untuk mengetahui kualitas madu Tetragonula biroi dan Tetragonula sapiens yakni Kadar Air, Kadar Abu, Kadar Hidroksimetilfulfural (HMF), dan kadar Fruktosa. Penelitian dilaksanakan bulan Desember 2021 hingga Januari 2022 di Kawasan Hutan Produksi Terbatas Kecamatan Wawonii Barat Kabupaten Konawe Kepulauan. Metode penelitian menggunakan metode purposive sampling yang mengacu pada keberadaan sarang Tetragonula biroi dan Tetragonula sapiens di lapangan. Selanjutnya analisis kualitas madu menggunakan metode laboratorium. Hasil uji laboratorium kemudian dibandingkan dengan standar kualitas madu SNI 8664:2018. Hasil penelitian menunjukkan bahwa madu Lebah Tetragonula biroi memiliki Kadar Air 11.915 % sedangkan madu Lebah Tetragonula sapiens 9.645 %. Kadar air madu kedua jenis tersebut kategori memenuhi standar SNI (SNI: Kadar air <22 %). Kadar Abu madu Lebah T biroi 0.17% sedangkan T sapiens 0.23%. Kadar abu madu kedua jenis tersebut kategori memenuhi standar SNI (SNI: Kadar abu <0.5 %). Kadar HMF madu Lebah T biroi 1.575 mg/kg sedangkan T sapiens 2.325 mg/kg. Kadar HMF madu kedua jenis tersebut kategori memenuhi standar SNI (SNI: Kadar HMF <50.00 mg/kg. Kadar Fruktosa Lebah T biroi 46.27 % sedangkan T sapiens 42.785 %. Kadar Fruktosa madu kedua jenis tersebut kategori belum sesuai standar SNI (SNI: Kadar Fruktosa > 65 %).
Pinus KERAGAMAN MORFOTIPE FUNGI EKTOMIKORIZA PADA HUTAN PINUS (Pinus merkusii Jungh. & de Vriese) DI KEBUN RAYA KENDARI basrudin basrudin
Jurnal Celebica : Jurnal Kehutanan Indonesia Vol. 4 No. 1 (2023):
Publisher : Jurusan Kehutanan -FHIL-UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jc.v4i1.11

Abstract

Kendari Botanical Garden is an ex situ plant conservation area that has the functions of conservation, research, education, tourism and environmental services. In the area there are many pine trees (Pinus merkusii Jungh. & de Vriese) which are known to be symbiotic with ectomycorrhizal fungi. The purpose of this study was to determine the diversity of ectomycorrhizal morphotypes under pine stands in Kendari Botanical Garden. This research was conducted from September to October 2020. The research method used was purposive sampling, including plot making, root sampling and characterisation and identification of root morphotypes. Morphotype characterisation used the colour atlas of ectomychorrizae guide while the percentage of colonisation was calculated using the gridline intersection method. Pinus merkusii formed 7 ectomycorrhizal morphotypes namely simple very pole brown, dichotomous light yellowish brown, dichotomous brownish yellow, monopodial-pinnate reddish black, irregularly pinnate very dark grey, coralloid dark brown and coralloid very dark grey. The simple very pole brown morphotype was the type with the highest relative abundance and species richness index with a root colonisation percentage of 36.43%. The ectomycorrhizal diversity index in P. merkusii is in the high category with a value of 3.45
Efektivitas Kinerja Polisi Hutan di Kawasan Tahura Nipa-Nipa Sulawesi Tenggara Hafidah Nur; Sitti Marwah; Rosmarlinasiah; Nur Arafah; Suciadi Nurcakti Alfir
Jurnal Celebica : Jurnal Kehutanan Indonesia Vol. 4 No. 1 (2023):
Publisher : Jurusan Kehutanan -FHIL-UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jc.v4i1.17

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk pelaksanaan tugas; serta efektivitas kinerja Polhut Tahura Nipa-Nipa dalam menjalankan Tugas pokoknya. Penelitian ini dilakukan di Kantor UPTD Balai Tahura Nipa-Nipa Sulawesi Tenggara yang berlangsung selama 2 bulan yakni bulan Januari sampai dengan Februari 2013. Sampel penelitian ini adalaha Polhut, dari pihak Balai Tahura Nipa-Nipa serta dari unsur masyarakat. Data dianilis dengan menggunakan teknik Skala Likert.Hasil penelitian menunjukan bahwa Tugas pokok polisi kehutanan adalah menyiapkan, melaksanakan, mengembangkan, memantau, dan mengevaluasi serta melaporkan kegiatan perlindungan dan pengamanan hutan serta peredaran hasil hutan. Kinerja Polhut Tahura Nipa- Nipa baik dalam menjalankan tugas pokok/wewenang telah efektif, sedangkan kinerja Polhut dalam menjalankan tugas teknisnya telah efektif.
Identifikasi Jenis Bambu di Areal Garapan KTH Karya Makmur II dalam Kawasan Tahura Wan Abdul Rachman Ayu Sariani; Indriyanto Indriyanto; Ceng Asmarahman
Jurnal Celebica : Jurnal Kehutanan Indonesia Vol. 4 No. 1 (2023):
Publisher : Jurusan Kehutanan -FHIL-UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jc.v4i1.18

Abstract

Bamboo is a non-timber forest product that has various benefits and economic values. Bamboo belongs to the Gramineae (grass) tribe. Bamboo plants have two types of clump growth, namely simpodial (clump type) and monopodial (running type). In the area cultivated by the Karya Makmur II Forest Farmers Group in Tahura Wan Abdul Rachman various types of bamboo grow on the edges of cliffs and streams. But so far there is no concrete data regarding the types of bamboo that grow in it. This study aims to identify the types of bamboo in the area cultivated by KTH Karya Makmur II in the Tahura Wan Abdul Rachman area. The research method used is exploration and direct observation in the field. The results showed that there were 5 types of bamboo found, namely betung bamboo (Dendrocalamus asper), andong bamboo (Gigantochloa pseudorundinacea), tali bamboo (Gigantochloa apus), mayan bamboo (Gigantochloa robusta), and black bamboo (Gigantochloa atroviolacea).
IDENTIFIKASI JENIS TUMBUHAN ASING INVASIF DI HUTAN PENDIDIKAN TATANGGE, TAMAN NASIONAL RAWA AOPA WATUMOHAI (TNRAW): Identification of Invasive Alien Species in the Tatangge Education, Forest Rawa Aopa Watumohai National Park (TNRAW) Sitti Marwah; La Ode Agussalim Mando; Dewi Fitriani
Jurnal Celebica : Jurnal Kehutanan Indonesia Vol. 4 No. 1 (2023):
Publisher : Jurusan Kehutanan -FHIL-UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jc.v4i1.19

Abstract

Hutan Pendidikan Tatangge merupakan bagian dari Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai yang termasuk zona pemanfaatan yang digunakan untuk tujuan penelitian ilmiah, untuk mendukung budaya, pariwisata dan rekreasi alam. Penelitian bertujuan untuk mengetahui jenis jenis alien invasif di Hutan Pendidikan Tatangge Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai yang dilaksanakan di Hutan Pendidikan Tatangge Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai pada bulan Agustus sampai September 2021 dengan menggunakan metode purposive sampling. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh 24 jenis spesies asing invasif yang tersebar pada 3 tipe ekosistem terbesar berturut-turut yaitu pada ekosistem savana ditemukan sebanyak 17 jenis, pada ekosistem hutan sebanyak 16 jenis dan ekosistem rawa. hanya ditemukan 5 spesies Kata Kunci: Hutan Pendidikan Tatangge, Spesies Alien Invasif, Identifikasi
The Effect of Substrate Type on Vegetation Density Rhizopora Mucronata in Gampong Iboih Sabang: The Effect of Substrate Type on Vegetation Density Rhizopora Mucronata in Gampong Iboih Sabang Bakruddin -
Jurnal Celebica : Jurnal Kehutanan Indonesia Vol. 4 No. 1 (2023):
Publisher : Jurusan Kehutanan -FHIL-UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jc.v4i1.20

Abstract

As a coastal area, Gampong Iboih Sabang has the potential for biological resources such as a mangrove forest which is quite wide of around 23 hectares. However, most of the mangrove area has been subject to illegal logging and one of its functions has been converted into ponds, so it is very vulnerable to ecosystem damage. This study aims to determine the relationship between the type of substrate and the density of Rhizophora Mucronata vegetation in the village of Iboih Sabang. The research was conducted at the fishermen's center using the checkered line method. The placement of the transect line is perpendicular to the coastline seaward with a transect length of 250 m. The number of transects made was 4 with a distance of 50 m between transects. Along the transect Place 16 plots. The results showed that the density of Rhizophora mucronata at the tree level was 45.31% and from the results of routine soil and water analysis Rhizopora mucronata was able to live on muddy and sandy substrates. The condition of the environmental parameters at the study site was good for the growth of Rhizophora Mucronata mangroves.

Page 1 of 10 | Total Record : 92