This study aims to examine the teaching and learning process based on pre prophetic and prophetic as a critical literacy strategy and methodology that can educate, enlighten and shape the character of students at that Hidayatullah Islamic Boarding School, Kendari, South East Sulawesi Province. In an effort to study integral educational formulations that can foster intellectual intelligence (spiritual intellectual) and shape the character and personality of students, a constructivist paradigm and a quallitatif approach are used wich focused on phenomenological studies. The results of the study show that the teaching and learning process that take places within the framework of the system’s revelation philosophy can produce students as students who have intellectual intelligence, emotional intelligence, spiritual intelligence and creative intelligence as well as the personality characteristics of students are though and polite. While the teaching and learning process methodology that is put forward is referring to the spiritual journey of the Prophet Muhammad SAW wich took place in the period before the revelation of revelation (Pre-Prophetic) and saintifcation during the revelation (Prophetic) period. In the Prophetic context, the process of teaching and learning in order to cultivate intellectual intelligence is reflected sociologically from Surat Al Alaq and Surat Al Qolam as commands to read and write. Meanwhile, efforts to increase intellectual intelligence are reflected in Surah Al Muzzammil and creative intelligence radiates from surah Al Mudatsir. Both of them describe the process of critical literacy which is not only educating and enlightening. However, it can also generate critical reviews that are constructive and with integrity. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji proses belajar mengajar berbasis PraProfetik dan Profetik sebagai strategi dan metodologi literasi kritis yang dapat mencerdaskan, mencerahkan dan membentuk karakter santri di Pondok Pesantren Hidayatullah Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara. Upaya mengkaji formulasi pendidikan integral yang dapat menumbuhkan kecerdasan inteleksi (intelektual spiritual) serta membentuk karakter dan kepribadian peserta didik, digunakan paradigma konstruktivisme dan pendekatan kualitatif yang berintikan pada studi fenomenologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses belajar mengajar yang berlangsung dalam kerangka falsafah Wahyu Sistem dapat menghasilkan santri sebagai peserta didik yang memiliki kecerdasan intelektual, kecerdasan, emosional, kecerdasan spiritual dan kecerdasan kreativitas serta karakter dan kepribadian santri yang tangguh dan santun. Sementara metodologi proses belajar mengajar yang dikedepankan adalah mengacu dari perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW yang berlangsung pada kurun waktu sebelum turunnya Wahyu (PraProfetik) serta saintifikasi pada masa turunnya wahyu (Profetik). Dalam konteks Profetik, maka proses belajar mengajar dalam rangka menumbuhkan kecerdasan intelektual direfleksikan secara sosiologis dari Surat al Alaq dan Surat al Qolam sebagai perintah untuk membaca dan menulis. Sedangkan upaya peningkatan kecerdasan inteleksi tercermin dalam surat al Muzzammil serta kecerdasan kreativitas terpancar dari surat Al Mudatzir. Berdasarkan atas Nuzulnya Wahyu tersebut, maka para guru dan santri Pesantren Hidayatullah memiliki potensi fakultas otak dan fakultas rohani yang menjadi modal utama dalam mengembangkan dakwah ke depan dengan penuh kasih sayang (Rahman dan Rahim) yang tertuang dalam surat Al Fatihah.
Copyrights © 2023