Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Virus Traffic of Pandemic: Integrative Science Perspective Peribadi Peribadi; Samsul Samsul; Muhammad Arsyad; Juhaepa Juhaepa; Sarpin Sarpin; La Ode Montasir
Shautut Tarbiyah Vol 26, No 2 (2020): Education in Islamic Societies
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/str.v26i2.2323

Abstract

This paper aims to narrate ontological status in the context of empiric and metaphysic realisms as the integral and interdependent paradigms through Karl Raimun Popper's version of deductive phenomenology approach.The existence of pandemic virus not only booms greatly mysteriously that is strongly worrying about the life of contemporary society, but also results in various kinds of prejudices and imaginative, sensual, and intellectual-spiritual perceptions. As a result, it is essential to be discussed from the integrative science perspective.Key Words: Traffic, Ontology, Covid 19 and Pandemy 
Dampak Covid-19 Terhadap Interaksi Sosial Keluarga (Studi Kasus di Desa Kapota Kecamatan Wangi-wangi Selatan Kabupaten Wakatobi) Harwina Harwina; Peribadi Peribadi; Rety Reka Merlins
SOCIETAL Vol 9, No 2 (2022): Edisi Oktober
Publisher : SOCIETAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pandemi Covid-19 berpengaruh langsung pada peran orang tua. karena adanya kebijakan Bekerja di rumah (WFH) sebagai akibatnya belajar maupun bekerja harus dilakukan di rumah. Orang tua terutama ibu rumah tangga yang berstatus sebagai pekerja, maupun non pekerja, bekerja di rumah menjadikan suatu tanggapan yang cukup berat yang berakibat pada kesehatan fisik maupun mental. Metode penelitian ini yaitu menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yaitu Observasi, Wawancara, serta Dokumentasi. Hasil penelitian di lapangan menunjukan bahwa dampak Covid-19 pada interaksi sosial keluarga di Desa Kapota Kecamatan Wangi-wangi Selatan Kabupaten Wakatobi ada dua dampak yaitu dampak positif (Asosiatif) dan dampak negatif (Disosiatif), Dampak positif yang dimaksud adalah Mempererat hubungan keluarga, Meningkatkan religiusitas keluarga, Meningkatkan pola hidup sehat keluarga, dan Waktu yang berkualitas (quality time). Sedangkan dampak negatif yang dimaksud adalahKekerasan terhadap anak dan Hilangnya keharmonisan keluarga. Kemudian Solusi alternatifnya adalah Kerjasama, Akomodasi, Melindungi, Meningkatkan Nilai-nilai agama, Berekreasi dan Bersosialisasi.
Potensi dan Problematika Sosial Desa Maju (Studi Di Desa Motaha Kecamatan Angata Kabupaten Konawa Selatan) Nurlinda Nurlinda; Syaifudin Suhri Kasim; Peribadi Peribadi
Gemeinschaft Vol 4, No 2 (2022): Edisi Oktober
Publisher : Jurusan Sosiologi FISIP UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/gjmpp.v4i2.18880

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi dan problematika sosial Desa Maju. Artinya penelitian ingin mendeskripsikan berbagai potensi yang terkandung di dalam wilayah Pedesaan Motaha. Selain itu penelitian ini  juga berupaya mengangkat dan menunjukkan aneka permasalahan yang begejolak di dalamnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang berartikan pada analisis 3 dimensi, 22 variabel dan 54 indikator. Hasil penelitian menunjukkan beberapa faktor yang dominan berpengaruh positif dari beberapa variabel yang di maksud untuk mengembangkan kesejahteraan masyarakat Desa Motaha untuk menjadi desa yang lebih maju. Namun selain itu, terdapat juga beberapa faktor yang menghambat majunya Desa Motaha diantaranya yaitu: masalah kesehatan, rendahnya partisipasi masyarakat, banjir dan tingkat kriminalitas serta kenakalan remaja.
Persepsi Masyarakat Terhadap Buruh Perempuan Kelapa Sawit PT. Rea Kaltim Plantations (Studi Kasus di Desa Muai Kecamatan Kembang Janggut Kaltim) Erni Erni; Muhammad Arsyad; Peribadi Peribadi
Gemeinschaft Vol 5, No 1 (2023): Edisi April
Publisher : Jurusan Sosiologi FISIP UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/gjmpp.v5i1.35501

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Persepsi Masyarakat Terhadap Buruh Perempuan Kelapa Sawit PT. Rea Kaltim Plantations di Desa Muai Kecamatan Kembang Janggut Kaltim. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yaitu wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1). Peran perempuan sebagai ibu rumah tangga di Desa Muai sangat bertanggung jawab sebagai koadratnya, sebagai seorang istri mereka tidak melupakan aktivitasnya di dalam rumah tangga, Walaupun mereka ikut serta dalam mencari nafkah disektor publik untuk mencari tambahan pendapatan keluarga; (2). Penyebab perempuan bekerja sebagai buruh kelapa sawit PT. Rea Kaltim Plantations diantaranya adalah masalah ekonomi, rendahnya pendidikan sehingga mereka tidak mempunyai skill (keterampilan) di bidang lain selain menjadi buruh kelapa sawit, karena hampir semua buruh perempuan kelapa sawit di Desa Muai hanya tamatan SD dan SMP saja. Adapun persepsi yang ditimbulkan dalam masyarakat yaitu persepsi positif dan negatif. Persepsi positif dimana masyarakat memahami dengan kondisi perempuan yang bekerja sebagai buruh perempuan kelapa sawit. Terlepas dari itu ada juga beberapa persepsi negatif yang disampaikan masyarakat namun hal itu tidak menjadi masalah bagi perempuan yang berprofesi sebagai buruh kelapa sawit PT. Rea Kaltim Plantations.
Aktivitas Kehidupan Komunitas Nelayan (Studi di Desa Masaloka Selatan Kecamatan Kepulauan Masaloka Raya Kabupaten Bombana) Sri Wulandari; Dewi Anggraini; Peribadi Peribadi
Gemeinschaft Vol 5, No 1 (2023): Edisi April
Publisher : Jurusan Sosiologi FISIP UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/gjmpp.v5i1.36487

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas kehidupan komunitas nelayan ditinjau dalam  tiga aspek yaitu aktivitas sosial, aktivitas budaya dan aktivitas ekonomi. Artinya, penelitian dimaksudkan untuk melihat rangkaian aktivitas yang dilakukan oleh komunitas nelayan yang ada di Desa Masaloka Selatan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi kehidupan masyarakat pesisir dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui beberapa tahap yaitu reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan. Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Dari sisi budaya, komunitas  nelayan adalah multietnis. Interaksi yang terjadi antar warga ditopang oleh keberadaan rumah warga yang cukup rapat, kesamaan mata pencaharian, dan kepemilikan komunitas secara bersama. Komunitas nelayan mempunyai karakteristik sosial tersendiri di dalam kehidupan masyarakat seperti nelayan mempunyai solidaritas dan etos kerja yang tinggi. Dari sisi ekonomi hasil tangkapan nelayan masih jauh dari memadahi untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Hal ini disebabkan karena minimnya modal yang dimiliki nelayan, tekanan dari pemilik modal, sistem bagi hasil yang tidak adil, perdagangan atau pelelangan ikan yang tidak transparan (dikuasai tengkulak) dan otoritas tidak punya wibawa untuk mengatur dan menegakkan aturan. Serta pola atau budaya kerja yang masih apa adanya. Kondisi kemiskinan yang dialami nelayan menyebabkan mereka rentan konflik dan hanya menjadi objek.
PROBLEMATIKA RUMAH TANGGA YANG MENIKAH USIA MUDA (Studi Di Kelurahan Bombonawulu Kecamatan Gu Kabupaten Buton Tengah) Narni Narni; Jamaluddin Hos; Peribadi Peribadi
SOCIETAL Vol 10, No 2 (2023): Edisi Oktober
Publisher : SOCIETAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor penyebab problem rumah tangga pada pasangan usia muda di Kelurahan Bombonawulu Kecamatan Gu Kabupaten Buton Tengah serta menemukan solusi alternatif dalam menyelesaikan masalah rumah tangga pasangan usia muda di Kelurahan Bombonawulu Kecamatan Gu Kabupaten Buton Tengah. Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Bombonawulu Kecamatan Gu Kabupaten Buton Tengah, jenis penelitian adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui kajian pustaka dan penelitian lapangan, kajian pustaka meliputi keputusan konseptual dan keputusan penelitian lapangan meliputi teknik wawancara. Hasil penelitian menunjukan bahwa problematika rumah tangga yang menikah usia muda di Kelurahan Bombonawulu Kecamatan Gu Kabupaten Buton Tengah adalah ketidakmapanan ekonomi keluarga (finansial), yaitu pasangan usia muda mengalami masalah ekonomi/keuangan setelah menikah dan kebutuhan sehari-hari kurang tercukupi dikarenakan penghasilan yang minim sehingga menjadi hambatan utama dalam membina keharmonisan keluarga. Kepribadian dan kematangan emosional, yaitu keadaan emosi pasangan usia muda yang masih labil dalam menghadapi masalah rumah tangga. Ketergantungan pada orang tua, yaitu pasangan usia muda belum mandiri dalam membangun rumah tangga terutama dalam hal kebutuhan dan pengasuhan anak. Kurangnya pemahaman agama, yaitu sangat mudah terjadinya kekerasan didalam rumah tangga (KDRT),perselingkuhan, dan pecandu minuman alkohol dikarenakan pemikiran yang belum dewasa dalam memikul tanggung jawab baik sebagai suami maupun istri. Adapun solusi dalam menyelesaikan masalah rumah tangga pasangan usia muda adalah adanya nasehat orang tua dan dari pasangan itu sendiri, yaitu mereka saling mengintropeksi diri masing-masing kemudian setelah itu saling meminta maaf satu sama lain tentang kesalahan yang dibuat dan ketika permasalahan tersebut tidak dapat diatasi maka orang tua yang menjadi penasehat. Adanya Motivasi dan bantuan keluarga, yaitu dengan adanya bantuan keluarga seperti pekerjaan agar pasangan suami istri tersebut dapat mengatasi permasalahan perekonomian mereka. Aktif mengikuti kajian
LITERASI KRITIS BERBASIS WAHYU SISTEM: Studi Fenomenologi di Pesantren Hidayatullah Kendari Peribadi Peribadi
Jurnal Neo Societal Vol. 8 No. 2 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Halu Oleo (UHO)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/jns.v8i2.9

Abstract

This study aims to examine the teaching and learning process based on pre prophetic and prophetic as a critical literacy strategy and methodology that can educate, enlighten and shape the character of students at that Hidayatullah Islamic Boarding School, Kendari, South East Sulawesi Province. In an effort to study integral educational formulations that can foster intellectual intelligence (spiritual intellectual) and shape the character and personality of students, a constructivist paradigm and a quallitatif approach are used wich focused on phenomenological studies. The results of the study show that the teaching and learning process that take places within the framework of the system’s revelation philosophy can produce students as students who have intellectual intelligence, emotional intelligence, spiritual intelligence and creative intelligence as well as the personality characteristics of students are though and polite. While the teaching and learning process methodology that is put forward is referring to the spiritual journey of the Prophet Muhammad SAW wich took place in the period before the revelation of revelation (Pre-Prophetic) and saintifcation during the revelation (Prophetic) period. In the Prophetic context, the process of teaching and learning in order to cultivate intellectual intelligence is reflected sociologically from Surat Al Alaq and Surat Al Qolam as commands to read and write. Meanwhile, efforts to increase intellectual intelligence are reflected in Surah Al Muzzammil and creative intelligence radiates from surah Al Mudatsir. Both of them describe the process of critical literacy which is not only educating and enlightening. However, it can also generate critical reviews that are constructive and with integrity. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji proses belajar mengajar berbasis PraProfetik dan Profetik sebagai strategi dan metodologi literasi kritis yang dapat mencerdaskan, mencerahkan dan membentuk karakter santri di Pondok Pesantren Hidayatullah Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara. Upaya mengkaji formulasi pendidikan integral yang dapat menumbuhkan kecerdasan inteleksi (intelektual spiritual) serta membentuk karakter dan kepribadian peserta didik, digunakan paradigma konstruktivisme dan pendekatan kualitatif yang berintikan pada studi fenomenologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses belajar mengajar yang berlangsung dalam kerangka falsafah Wahyu Sistem dapat menghasilkan santri sebagai peserta didik yang memiliki kecerdasan intelektual, kecerdasan, emosional, kecerdasan spiritual dan kecerdasan kreativitas serta karakter dan kepribadian santri yang tangguh dan santun. Sementara metodologi proses belajar mengajar yang dikedepankan adalah mengacu dari perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW yang berlangsung pada kurun waktu sebelum turunnya Wahyu (PraProfetik) serta saintifikasi pada masa turunnya wahyu (Profetik). Dalam konteks Profetik, maka proses belajar mengajar dalam rangka menumbuhkan kecerdasan intelektual direfleksikan secara sosiologis dari Surat al Alaq dan Surat al Qolam sebagai perintah untuk membaca dan menulis. Sedangkan upaya peningkatan kecerdasan inteleksi tercermin dalam surat al Muzzammil serta kecerdasan kreativitas terpancar dari surat Al Mudatzir. Berdasarkan atas Nuzulnya Wahyu tersebut, maka para guru dan santri Pesantren Hidayatullah memiliki potensi fakultas otak dan fakultas rohani yang menjadi modal utama dalam mengembangkan dakwah ke depan  dengan penuh kasih sayang (Rahman dan Rahim) yang tertuang dalam surat Al Fatihah.    
LITERASI KRITIS BERBASIS WAHYU SISTEM: Studi Fenomenologi di Pesantren Hidayatullah Kendari Peribadi Peribadi
Jurnal Neo Societal Vol. 8 No. 2 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Halu Oleo (UHO)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/jns.v8i2.9

Abstract

This study aims to examine the teaching and learning process based on pre prophetic and prophetic as a critical literacy strategy and methodology that can educate, enlighten and shape the character of students at that Hidayatullah Islamic Boarding School, Kendari, South East Sulawesi Province. In an effort to study integral educational formulations that can foster intellectual intelligence (spiritual intellectual) and shape the character and personality of students, a constructivist paradigm and a quallitatif approach are used wich focused on phenomenological studies. The results of the study show that the teaching and learning process that take places within the framework of the system’s revelation philosophy can produce students as students who have intellectual intelligence, emotional intelligence, spiritual intelligence and creative intelligence as well as the personality characteristics of students are though and polite. While the teaching and learning process methodology that is put forward is referring to the spiritual journey of the Prophet Muhammad SAW wich took place in the period before the revelation of revelation (Pre-Prophetic) and saintifcation during the revelation (Prophetic) period. In the Prophetic context, the process of teaching and learning in order to cultivate intellectual intelligence is reflected sociologically from Surat Al Alaq and Surat Al Qolam as commands to read and write. Meanwhile, efforts to increase intellectual intelligence are reflected in Surah Al Muzzammil and creative intelligence radiates from surah Al Mudatsir. Both of them describe the process of critical literacy which is not only educating and enlightening. However, it can also generate critical reviews that are constructive and with integrity. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji proses belajar mengajar berbasis PraProfetik dan Profetik sebagai strategi dan metodologi literasi kritis yang dapat mencerdaskan, mencerahkan dan membentuk karakter santri di Pondok Pesantren Hidayatullah Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara. Upaya mengkaji formulasi pendidikan integral yang dapat menumbuhkan kecerdasan inteleksi (intelektual spiritual) serta membentuk karakter dan kepribadian peserta didik, digunakan paradigma konstruktivisme dan pendekatan kualitatif yang berintikan pada studi fenomenologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses belajar mengajar yang berlangsung dalam kerangka falsafah Wahyu Sistem dapat menghasilkan santri sebagai peserta didik yang memiliki kecerdasan intelektual, kecerdasan, emosional, kecerdasan spiritual dan kecerdasan kreativitas serta karakter dan kepribadian santri yang tangguh dan santun. Sementara metodologi proses belajar mengajar yang dikedepankan adalah mengacu dari perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW yang berlangsung pada kurun waktu sebelum turunnya Wahyu (PraProfetik) serta saintifikasi pada masa turunnya wahyu (Profetik). Dalam konteks Profetik, maka proses belajar mengajar dalam rangka menumbuhkan kecerdasan intelektual direfleksikan secara sosiologis dari Surat al Alaq dan Surat al Qolam sebagai perintah untuk membaca dan menulis. Sedangkan upaya peningkatan kecerdasan inteleksi tercermin dalam surat al Muzzammil serta kecerdasan kreativitas terpancar dari surat Al Mudatzir. Berdasarkan atas Nuzulnya Wahyu tersebut, maka para guru dan santri Pesantren Hidayatullah memiliki potensi fakultas otak dan fakultas rohani yang menjadi modal utama dalam mengembangkan dakwah ke depan  dengan penuh kasih sayang (Rahman dan Rahim) yang tertuang dalam surat Al Fatihah.