Masa remaja ditandai dengan perubahan fisik dan emosional yang dapat memengaruhi kesehatan reproduksi, termasuk gangguan menstruasi dan kecemasan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan dan sikap remaja terhadap gangguan menstruasi dengan tingkat kecemasan pada siswi MTS Khadijah Malang. Desain penelitian yang digunakan adalah cross-sectional dengan jumlah sampel 66 responden yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 48,5% responden memiliki pengetahuan baik, 36,4% cukup, dan 15,2% buruk terkait gangguan menstruasi. Sebanyak 56,1% memiliki sikap negatif, sedangkan 43,9% memiliki sikap positif. Tingkat kecemasan bervariasi, dengan 37,9% tidak cemas, 24,2% cemas ringan, 27,3% cemas sedang, dan 10,6% cemas berat. Analisis statistik menunjukkan hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan dan kecemasan (p=0,016), di mana remaja dengan pengetahuan lebih baik cenderung memiliki tingkat kecemasan lebih rendah. Namun, tidak ditemukan hubungan signifikan antara sikap dan kecemasan (p=0,755), yang menunjukkan bahwa faktor lain seperti pengalaman pribadi dan lingkungan sosial dapat memengaruhi sikap remaja. Penelitian ini menyoroti pentingnya edukasi kesehatan reproduksi yang lebih komprehensif, yang tidak hanya meningkatkan pengetahuan tetapi juga membentuk sikap positif terhadap gangguan menstruasi. Kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan tenaga kesehatan diperlukan untuk memberikan informasi yang tepat guna meningkatkan kesiapan remaja dalam menghadapi perubahan biologis dan emosional.Kata kunci: remaja, gangguan menstruasi, kecemasan, pengetahuan, sikap
Copyrights © 2025