Koperasi Unit Desa (KUD) Sembada Puspo merupakan salah satu sentra produksi susu dengan populasi sapi mencapai 3.992 ekor dan produksi sekitar 27.000 liter per hari. Namun, tren penurunan produksi susu sebesar rata-rata 0,10% per tahun masih menjadi kendala yang disebabkan oleh rendahnya penerapan Good Dairy Farming Practices (GDFP) terutama dalam aspek kesehatan dan deteksi dini penyakit. Mastitis. Program pengabdian ini mengkombinasikan antara sosialisasi dan implementasi langsung dilapangan dengan memanfaatkan teknologi Infrared Thermography (IRT) sebagai metode non-invasif untuk mendeteksi perubahan suhu permukaan ambing sebagai indikator awal mastitis. Pengambilan data dilakukan pada 148 ekor sapi perah dari 30 peternak dengan metode acak. Hasil pengambilan data citra termogram sebelum sosialisasi program menunjukkan 66 ekor terdeteksi normal, 64 ekor teridentifikasi mastitis subklinis dan 18 ekor mastitis klinis. Distribusi kasus ditemukan pada berbagai kelompok umur, menunjukkan bahwa mastitis dapat menyerang hampir seluruh fase produktif sapi. Analisis termogram memperlihatkan pola perubahan warna yang berkorelasi dengan kondisi ambing, dimana suhu normal tercatat 32,0–32,9 °C, mastitis subklinis 33–34 °C, dan mastitis klinis >34 °C. Hasil asesmen pengetahuan peternak menunjukkan adanya peningkatan kapasitas pengetahuan peternak maupun paramedik veteriner. Kesimpulan dari program ini menunjukkan bahwa penggunaan kamera thermal mampu mendukung deteksi dini mastitis yang dibuktikan dengan penurunan angka mastitis sub klinis pasca impelemtasi program.
Copyrights © 2026