Pada tahun 2013 dan 2016, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melakukan Survei Nasional Literasi Keuangan (SNLK) untuk mengevaluasi tingkat literasi keuangan di seluruh Indonesia. Berdasarkan hasil survei tersebut, indeks literasi keuangan masyarakat Indonesia pada tahun 2013 sebesar 21,8%, sementara pada tahun 2016, indeks literasi keuangan meningkat menjadi 29,7%. Senada dengan hal tersebut Survei Nasional Literasi Keuangan (SNLK), menunjukan bahwa level literasi keuangan PMI masih perlu untuk dioptimalisasikan. Perilaku menabung, investasi, asuransi, dan perencanaan pensiun pekerja migran dapat dipengaruhi oleh kenaikan tingkat literasi keuangan. Selain itu, meningkatnya pengetahuan keuangan dapat berdampak pada frekuensi remitansi yang dilakukan oleh pekerja migran, yang merupakan metode penting pengiriman uang bagi keluarga mereka di Indonesia (Karunarathne dan Gibson, 2014). Program pengabdian ini akan berfokus pada pelatihan literasi keuangan pada PMI yang berada di Sekolah Indonesia Kuala Lumpur Malaysia (SIKL). Adapun sasaran utama dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah orang tua murid dari siswa yang mengenyam Pendidikan di SIKL. Mayoritas dari orang tua murid merupakan pekerja kasar di Malaysia. Dengan profesi sebagai pramusaji warung makan, penjaga kedai, cleaning service dan sebagainya. Sehingga, dari kegiatan ini nantinya diharapkan akan dapat meningkatkan level literasi dari PMI di sana dalam hal pengelolaan keuangan, baik jangka pendek maupun jangka Panjang.
Copyrights © 2026