Kulit buah kakao yang melimpah di Desa Pohu, Kecamatan Ranteangin, Kabupaten Kolaka Utara selama ini hanya menjadi limbah yang menurunkan kualitas lingkungan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah limbah kulit kakao menjadi pupuk organik cair (POC) yang bermanfaat serta bernilai ekonomi. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan dan praktik langsung fermentasi dengan menggunakan aktivator mikroba EM4. Kegiatan ini diikuti oleh 35 peserta yang terdiri dari petani kakao dan perangkat desa. Hasil menunjukkan bahwa 80% peserta mampu memproduksi POC secara mandiri, memahami manfaatnya bagi kesuburan tanah, serta termotivasi untuk mengembangkan usaha berbasis pertanian berkelanjutan. Kegiatan ini berhasil mengurangi limbah perkebunan, meningkatkan keterampilan masyarakat, dan memberikan solusi alternatif bagi pengelolaan lingkungan desa. Kesimpulannya, program ini memperlihatkan keterlibatan aktif masyarakat dalam pengelolaan limbah pertanian sekaligus membuka peluang usaha lokal yang ramah lingkungan. Kata Kunci: limbah kakao, pupuk organik cair, edukasi, pemberdayaan masyarakat
Copyrights © 2026