Keputihan merupakan salah satu masalah kesehatan reproduksi yang sering dialami oleh ibu usia subur dan masih banyak dianggap sebagai kondisi yang wajar sehingga tidak mendapatkan penanganan yang tepat. Kurangnya pemahaman tentang perbedaan keputihan normal dan tidak normal menyebabkan ibu berisiko mengalami gangguan kesehatan yang berkelanjutan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan ibu-ibu posyandu dalam mengenali keputihan serta menerapkan cara penanganan awal menggunakan terapi herbal daun sirih sebagai upaya menjaga kesehatan organ kewanitaan. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui pendidikan kesehatan dengan pendekatan pembelajaran berbasis keterlibatan langsung masyarakat. Kegiatan dilaksanakan melalui penyuluhan, diskusi, dan tanya jawab mengenai pengertian keputihan, jenis keputihan, tanda dan gejala, faktor penyebab, serta cara pencegahan dan perawatan menggunakan daun sirih. Selain itu, ibu-ibu dilibatkan secara aktif dalam pelatihan pembuatan dan penggunaan larutan daun sirih serta kegiatan evaluasi pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa seluruh peserta yang berjumlah 5 orang ibu posyandu dan semuanya mengalami keputihan, mengalami peningkatan pemahaman mengenai perbedaan keputihan normal dan tidak normal serta cara penanganannya secara herbal. Setelah mengikuti kegiatan, para ibu mampu menjelaskan kembali tanda-tanda keputihan tidak normal, menerapkan kebersihan area kewanitaan dengan benar, dan mempraktikkan penggunaan larutan daun sirih sebagai perawatan. Manfaat yang diperoleh meliputi meningkatnya pengetahuan, kesadaran, dan kemandirian ibu dalam menjaga kesehatan reproduksi serta kemampuan menerapkan terapi herbal secara mandiri di lingkungan rumah dan posyandu. Kegiatan pendidikan kesehatan ini menunjukkan bahwa keterlibatan langsung ibu-ibu posyandu dalam proses edukasi dan praktik terapi herbal mampu memperkuat upaya pengendalian keputihan secara mandiri. Pendekatan berbasis partisipasi masyarakat ini menjadi langkah penting dalam meningkatkan kesehatan reproduksi perempuan secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026