Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kelayakan finansial, teknis, sosial, dan lingkungan dari proyek budidaya tanaman kayu balsa di Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes. Masalah difokuskan pada pemanfaatan optimal lahan aset desa (lahan bengkok) yang kurang produktif di tengah potensi ekonomi tinggi dari kayu balsa sebagai komoditas ekspor. Data-data dikumpulkan melalui pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA), yang meliputi Secondary Data Review (SDR), Direct Observation (Observasi Langsung), dan Semi-Structured Interviewing (SSI) kepada para pemangku kepentingan, dan dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Analisis kuantitatif (biaya manfaat) menggunakan metrik finansial seperti Net Present Value (NPV), Payback Period (PP), Net B/C Ratio (Profitability Index), dan Internal Rate of Return (IRR), sedangkan aspek sosial, lingkungan, dan teknis dianalisis secara kualitatif. Kajian ini menyimpulkan bahwa budidaya tanaman kayu balsa pada lahan kritis non-produktif di Kabupaten Brebes layak untuk diimplementasikan dari seluruh aspek yang diuji.
Copyrights © 2026