Penyalahgunaan boraks sebagai bahan tambahan pangan masih ditemukan pada produk jajanan yang banyak dikonsumsi masyarakat, seperti bakso dan mi kuning. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi keberadaan boraks secara kualitatif menggunakan ekstrak kunyit (Curcuma longa L.) sebagai indikator alami berbasis reaksi kurkumin–boraks. Metode yang digunakan bersifat sederhana dan aplikatif, meliputi preparasi sampel, pembuatan ekstrak kunyit, penetesan indikator pada sampel, serta pengamatan perubahan warna. Hasil menunjukkan bahwa sampel yang mengandung boraks mengalami perubahan warna menjadi merah kecokelatan/jingga tua, sedangkan sampel negatif mempertahankan warna kuning. Temuan ini menegaskan bahwa ekstrak kunyit efektif sebagai metode skrining awal boraks yang murah, cepat, dan ramah lingkungan. Namun, metode ini bersifat kualitatif sehingga analisis lanjutan diperlukan untuk penetapan kadar.
Copyrights © 2026