Kopi Arabika merupakan salah satu komoditas perkebunan unggulan yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan berperan penting dalam meningkatkan pendapatan petani. Kecamatan Tompobulu Kabupaten Gowa merupakan salah satu sentra produksi kopi Arabika di Sulawesi Selatan. Namun, distribusi rantai pasok kopi Arabika di wilayah ini masih menghadapi berbagai permasalahan seperti panjangnya saluran pemasaran, lemahnya posisi tawar petani, serta ketidakefisienan distribusi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur rantai pasok serta aliran produk, informasi, dan keuangan antar pelaku. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan data primer yang diperoleh melalui wawancara terstruktur terhadap petani dan lembaga pemasaran, serta didukung data sekunder dari dokumen dan laporan resmi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rantai pasok kopi Arabika di Tompobulu tergolong rantai pasok pendek hingga menengah, di mana petani menjual kopi kepada pedagang pengumpul sebelum didistribusikan ke pasar lanjutan. Aliran produk didominasi oleh kopi tanpa pengolahan pascapanen yang memadai, sementara aliran informasi masih terbatas dan didominasi oleh pedagang pengumpul, khususnya terkait informasi harga. Aliran keuangan berlangsung secara tunai dan langsung setelah penyerahan produk, namun belum didukung oleh skema pembiayaan yang inklusif. Kondisi tersebut menyebabkan asimetri informasi, lemahnya posisi tawar petani, serta rendahnya nilai tambah di tingkat hulu. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan kelembagaan petani, peningkatan kapasitas pascapanen, serta perluasan akses informasi pasar dan pembiayaan diperlukan untuk meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan rantai pasok kopi Arabika.
Copyrights © 2026