Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat CENDEKIA UTAMA
Vol 15, No 1 (2026): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama

EFEK AIR REBUSAN LIDAH BUAYA UNTUK MENSTABILKAN KADAR GLUKOSA DARAH PADA DIABETES MELITUS TIPE 2

Tri Suraning Wulandari (Akademi Keperawatan Alkautsar Temanggung)
Lufhfi Fauzy Asriyanto (Akademi Keperawatan Alkautsar Temanggung)
Yuni Susilowati (Akademi Keperawatan Alkautsar Temanggung)



Article Info

Publish Date
06 Apr 2026

Abstract

Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit metabolik yang disebabkan oleh gangguan pada hormon insulin. Secara global, prevalensi DM mencapai sekitar 422 juta orang, sedangkan di Indonesia sebesar 8,5% pada penduduk usia ?15 tahun. Faktor lingkungan dan genetik berperan penting dalam terjadinya diabetes melitus tipe 2 yang ditandai dengan ketidakstabilan kadar glukosa darah akibat resistensi insulin, obesitas, serta disfungsi pankreas. Apabila tidak ditangani dengan baik, kondisi ini dapat menimbulkan berbagai komplikasi, seperti gangguan perfusi perifer, nyeri, infeksi, dan kerusakan saraf. Penatalaksanaan nonfarmakologis menggunakan lidah buaya yang mengandung kromium diketahui efektif dalam membantu memperbaiki kontrol kadar gula darah serta mencegah terjadinya komplikasi pada penderita diabetes melitus (DM). Kandungan kromium dalam lidah buaya berperan dalam meningkatkan sensitivitas insulin, sehingga dapat membantu menurunkan kadar glukosa darah dan memperbaiki fungsi pankreas. Lidah buaya dapat dikonsumsi dalam berbagai bentuk olahan, seperti rebusan, jus, kapsul, maupun gel.Tujuan: Penelitian ini untuk mengetahui efek pemberian air rebusan lidah buaya untuk menurunkan kadar glukosa darah pada pasien diabetes melitus tipe 2. Metode: penelitian kuantitatif dengan desain pre-eksperimental (One Group Pretest posttest) dengan metode purposive sampling. Jumlah responden 5 dengan kriteria inklusi pasien memiliki riwayat DM tipe 2 dengan gejala ketidakstabilan kadar glukosa darah, kesadaran compos mentis, dapat berkomunikasi dengan baik. Alat yang digunakan glukometer dengan easy touch. Hasil: Setelah pemberian air rebusan lidah buaya selama 7 hari berturut-turut, terjadi perbaikan kadar glukosa darah pada responden.Kesimpulan: Pemberian air rebusan lidah buaya selama 7 hari berturut-turut menunjukkan adanya perbaikan kadar glukosa darah pada lima responden yang sebelumnya memiliki kadar glukosa darah tinggi. 

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

CENDEKIA

Publisher

Subject

Nursing Public Health

Description

Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat "Cendekia Utama" merupakan jurnal ilmiah dalam bidang Ilmu Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat yang diterbitkan oleh STIKES Cendekia Utama Kudus secara berkala dua kali dalam satu tahun. ISSN : ...