Tri Suraning Wulandari
Akademi Keperawatan Alkautsar Temanggung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Student academic stress during the COVID-19 pandemic: a systematic literature review Hamidulloh Ibda; Tri Suraning Wulandari; Aufa Abdillah; Asih Puji Hastuti; Mahsun Mahsun
International Journal of Public Health Science (IJPHS) Vol 12, No 1: March 2023
Publisher : Intelektual Pustaka Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijphs.v12i1.21983

Abstract

This article presents systematic literature review related to student academic stress during the COVID-19 pandemic in the latest literature. Although there have been similar studies, there are still few that present the newest literature review related to student academic stress during the pandemic. This article uses the systematic review literature method to identify, evaluate, and interpret existing research results with the help of Publish or Perish version 7, VOSviewer, and NVIVO 12 plus applications. The release of articles in scopus indexed journals is limited to three years, namely 2020-2022. From the search results in the Publish or Perish version 7 application, there are 248 articles indexed by Scopus, then selected papers according to compatible themes into 50 pieces. The findings of the topics are stress, students, academic-related stress, academic performance, posttraumatic stress disorder, health psychology, academic achievement, emotional intelligence, depression, COVID-19, online exam, academic success, academic engagement, insomnia, and coping. These 50 articles were analyzed according to the topics set through the NVIVO 12 plus application and described the results according to research questions. This article contributes to subsequent research and studies the theme of student academic stress during the pandemic.
EFEK AIR REBUSAN LIDAH BUAYA UNTUK MENSTABILKAN KADAR GLUKOSA DARAH PADA DIABETES MELITUS TIPE 2 Tri Suraning Wulandari; Lufhfi Fauzy Asriyanto; Yuni Susilowati
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 15, No 1 (2026): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jcu.v15i1.3187

Abstract

Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit metabolik yang disebabkan oleh gangguan pada hormon insulin. Secara global, prevalensi DM mencapai sekitar 422 juta orang, sedangkan di Indonesia sebesar 8,5% pada penduduk usia ?15 tahun. Faktor lingkungan dan genetik berperan penting dalam terjadinya diabetes melitus tipe 2 yang ditandai dengan ketidakstabilan kadar glukosa darah akibat resistensi insulin, obesitas, serta disfungsi pankreas. Apabila tidak ditangani dengan baik, kondisi ini dapat menimbulkan berbagai komplikasi, seperti gangguan perfusi perifer, nyeri, infeksi, dan kerusakan saraf. Penatalaksanaan nonfarmakologis menggunakan lidah buaya yang mengandung kromium diketahui efektif dalam membantu memperbaiki kontrol kadar gula darah serta mencegah terjadinya komplikasi pada penderita diabetes melitus (DM). Kandungan kromium dalam lidah buaya berperan dalam meningkatkan sensitivitas insulin, sehingga dapat membantu menurunkan kadar glukosa darah dan memperbaiki fungsi pankreas. Lidah buaya dapat dikonsumsi dalam berbagai bentuk olahan, seperti rebusan, jus, kapsul, maupun gel.Tujuan: Penelitian ini untuk mengetahui efek pemberian air rebusan lidah buaya untuk menurunkan kadar glukosa darah pada pasien diabetes melitus tipe 2. Metode: penelitian kuantitatif dengan desain pre-eksperimental (One Group Pretest posttest) dengan metode purposive sampling. Jumlah responden 5 dengan kriteria inklusi pasien memiliki riwayat DM tipe 2 dengan gejala ketidakstabilan kadar glukosa darah, kesadaran compos mentis, dapat berkomunikasi dengan baik. Alat yang digunakan glukometer dengan easy touch. Hasil: Setelah pemberian air rebusan lidah buaya selama 7 hari berturut-turut, terjadi perbaikan kadar glukosa darah pada responden.Kesimpulan: Pemberian air rebusan lidah buaya selama 7 hari berturut-turut menunjukkan adanya perbaikan kadar glukosa darah pada lima responden yang sebelumnya memiliki kadar glukosa darah tinggi.