Perubahan zaman telah membuat komposisi usia jemaat di gereja menjadi semakin beragam yang menyebabkan dampak ketimpangan antargenerasi dalam pelayanan dan akan berakibat pada dominasi kepemimpinan di generasi tertentu. Kondisi ini mengurangi efektivitas pelayanan kepada jemaat yang selama ini belum sepenuhnya terjawab oleh inisiatif pemimpin muda yang hanya berfokus pada kebutuhan di era teknologi digital tanpa adanya pendekatan yang baik pada antargenerasi. Artikel ini mengkaji tinjauan literatur secara sistematis mengenai kepemimpinan antargenerasi dalam konteks gereja. Studi ini dilakukan dengan melakukan analisis terhadap sebelas studi empiris melalui pendekatan metode systematic literature review mengikuti kriteria PRISMA dengan memperhatikan aspek relevansi yang meliputi kepemimpinan, antargenerasi, konteks gereja, keberadaan model atau solusi, serta metode penelitian yang digunakan dalam penelitian tersebut. Kebaruan hasil analisis ini terletak pada perumusan kerangka teologis-praktis kepemimpinan antargenerasi yang menekankan lima elemen utama, yaitu panggilan bersama, relasi saling menghormati, keselarasan visi, pembinaan kepemimpinan, dan pengelolaan transisi lintas generasi dalam gereja. Hasil dari temuan penelitian ini menegaskan kepemimpinan antargenerasi merupakan strategi penguatan gereja yang berpotensi meningkatkan efektivitas pelayanan secara berkelanjutan.
Copyrights © 2025