Kedelai (Glycine max (L.) Merr.) adalah komoditas tanaman pangan utama di Indonesia yang berperan penting dalam ketahanan pangan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis interaksi yang terbaik dari pemberian bokashi ampas tahu dan inokulan Rhizobium terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai pada tanah Podsolik Merah Kuning. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap pola faktorial. Perlakuan terdiri dari dua faktor yaitu dosis Bokashi Ampas Tahu (b) dengan 3 taraf, yaitu: b1 = 10 ton, b2 = 15 ton/ha, b3 = 20 ton/ha dan dosis Inokulan Rhizobium (i) dengan 3 taraf, yaitu: i1 = 5 g/kg benih, i2 = 10 g/kg benih, i3 = 15 g/kg benih. Setiap interaksi perlakuan diulang sebanyak 4 kali, menghasilkan 36-unit percobaan. Setiap unit percobaan terdapat 4 tanaman sampel. Variabel yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah cabang, umur berbunga tanaman, persentase bintil akar efektif, volume akar, berat kering tanaman, jumlah polong per tanaman, berat polong per tanaman, dan berat per 100 biji. Hasil penelitiancmenunjukkan bahwa interaksi antara bokashi ampas tahu 10 ton/ha dan inokulan Rhizobium 5 g/kg benih merupakan dosis interaksi yang efektif dan efisien serta interaksi antara bokashi ampas tahu 20 ton/ha dan inokulan Rhizobium 5 g/kg benih merupakan dosis interaksi yang terbaik terhadap volume akar.
Copyrights © 2026