Buah pepaya California (Carica papaya L.) merupakan komoditas hortikultura penting yang rentan mengalami kerusakan pascapanen akibat infeksi Colletotrichum gloeosporioides, sehingga mempercepat perkembangan penyakit dan menurunkan mutu serta umur simpan buah. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh ekstrak Streptomyces GBSR1 dalam memperpanjang periode inkubasi penyakit sebagai upaya pengendalian antraknosa yang efektif, aman, dan berkelanjutan. Penelitian dilaksanakan di Lab. Penyakit Tanaman Fakultas Pertanian UNTAN. Penelitian ini berlangsung sekitar 3 bulan, yaitu bulan juli 2025 sampai September 2025. Penelitian mengunakan rancangan acak lengkap (RAL). Perlakuan terdiri 5 taraf perlakuan yang merupakan konsentrasi ekstrak, yaitu a1= 500 ppm, a2= 750 ppm, a3= 1000 ppm, a4= 1250 ppm, a5= 1500 ppm, dan 2 buah kontrol yaitu hanya dicelupkan akuades dan dicelupkan dalam larutan heksakonazol 1500 ppm. Pengamatan dilakukan setiap hari untuk melihat gejala awal munculnya penyakit antraknosa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan dengan konsentrasi 500 ppm dan 750 ppm memberikan hasil terbaik dengan nilai periode inkubasi 2,67 hsi, diikuti oleh konsentrasi 1000 ppm dan perlakuan heksakonazol 2,33 hsi. Sedangkan konsentrasi 1250 ppm dan 1500 ppm merupakan periode inkubasi yang cenderung lebih pendek bahkan sama dengan kontrol akuades yaitu 2,00 hsi
Copyrights © 2026