Jurnal Fatwa Hukum
Vol 9, No 1 (2026): E-Jurnal Fatwa Hukum

PELAKSANAAN UPACARA ADAT PERKAWINAN MASYARAKAT ADAT MELAYU DI DESA PERIGI KECAMATAN SILAT HILIR KABUPATEN KAPUAS HULU




Article Info

Publish Date
06 Apr 2026

Abstract

ABSTRAK Upacara Adat Perkawinan merupakan tradisi yang dilaksnakan oleh Masyarakat adat Melayu di Desa Perigi, Kecamatan Silat Hilir, Kabupaten Kapuas Hulu. Upacara ini tidak hanya dipahami sebagai penyatuan dua individu sebagai ikatan suami istri, tetapi juga sebagai peristiwa sosial yang melibatkan keluarga besar dan Masyarakat. seiring dengan perkembangan Zaman, pelaksananaan upacara adat Perkawinan mengalami penyederhanaan, pengabungan prosesi serta perubahan pada alat dan bahan yang digunakan. Dalam penelitian ini bertujuan untuk mengungkap faktor-faktor yang menyebapkan terjadinya pergeseran pada pelaksananaan upacara adat Perkawinan di Desa Perigi, Kecamatan Silat Hilir, Kabupaten Kapuas Hulu. pergeseran dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu Ekonomi, Modernisasi, perubahan pola pikir, dan perubahan sosial dalam Masyarakat. Maka rumusan msasalah dalam penelitian ini “Apakah Pelaksanaan Upacara Adat Perkawinan Masyarakat Adat Melayu di Desa Perigi Kecamatan Silat Hilir Kabupaten Kapuas Hulu Telah dilaksanakan Sesuai Dengan Aslinya”. Dalam melakukan penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian hukum empiris atau penelitian non-doktrinal dengan sifat deskriptif. Data diperoleh dari studi kepustakaan dan data lapangan melalui Teknik Komunikasi langsung dan tidak langsung serta wawancara dan penyebaran angket kepada responden yang dipilih menggunakan teknik nonprobability sampling dengan jenis purposive sampling. dalam analisis data penulis menggunakan teknik analisis data kualitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa Pelaksanaan upacara adat perkawinan di Desa Perigi masih dilaksanakan, namun mengalami pergseran dalam pelaksanaanya. Baik dari segi penyederhanaan prosesi, penggabungan prosesi, dan Alat/bahan yang digunakan Yang disebapkan faktor yaitu Ekonomi, Modernisasi, perubahan pola pikir, dan perubahan sosial dalam Masyarakat. Akibat yang ditimbulkan tidak berupa sanksi adat formal, melainkan lebih bersifat sosial dan kultural, yaitu berkurangnya kedalaman makna simbolik dan fungsi edukatif dalam setiap prosesi. Upaya pelestarian dilakukan oleh ketua adat melalui pendekatan persuasif dan sosialisasi kepada masyarakat, khususnya generasi muda, agar nilai-nilai adat tetap terjaga di tengah dinamika perubahan sosial. Kata kunci: Upacara Adat Perkawinan, penyederhanaan Adat, Desa Perigi   ABSTRACT Traditional marriage ceremonies are a cultural practice carried out by the Malay indigenous community in Perigi Village, Silat Hilir Subdistrict, Kapuas Hulu Regency. This ceremony is not only understood as the union of two individuals in a marital bond but also as a social event involving extended families and the wider community. Along with the development of time, the implementation of traditional marriage ceremonies has undergone changes, including simplification of stages, merging of processions, and modifications in the tools and materials used. This study aims to identify the factors causing shifts in the implementation of traditional marriage ceremonies in Perigi Village, Silat Hilir Subdistrict, Kapuas Hulu Regency. These shifts are influenced by several factors, namely economic conditions, modernization, changes in mindset, and social changes within the community. The research problem is formulated as follows: “Has the implementation of traditional marriage ceremonies in the Malay indigenous community of Perigi Village, Silat Hilir Subdistrict, Kapuas Hulu Regency been carried out in accordance with its original form?” This research employs an empirical legal (non-doctrinal) method with a descriptive approach. Data were obtained from literature studies and field data through direct and indirect communication techniques, including interviews and questionnaires distributed to respondents selected using non-probability sampling with a purposive sampling technique. The data were analyzed using qualitative analysis. The results show that traditional marriage ceremonies in Perigi Village are still practiced but have experienced shifts in their implementation. These changes are reflected in the simplification and merging of processions, as well as changes in tools and materials used, influenced by economic factors, modernization, changes in mindset, and social transformation. The impacts are not in the form of formal customary sanctions but are more social and cultural, namely the reduction of symbolic meaning and educational value in each procession. Preservation efforts are carried out by the customary leader through persuasive approaches and socialization to the community, especially the younger generation, in order to maintain the values of tradition amid ongoing social changes. Keywords: Traditional Marriage Ceremony, Customary Simplification, Desa Perigi.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

jfh

Publisher

Subject

Law, Crime, Criminology & Criminal Justice

Description

Jurnal Mahasiswa Program Studi Ilmu Hukum Universitas Tanjungpura (Bagian Hukum Keperdataan, Bagian Hukum Pidana, Bagian Hukum Tata Negara, Bagian Hukum Ekonomi, dan Bagian Hukum ...