Jurnal Fatwa Hukum
Vol 9, No 1 (2026): E-Jurnal Fatwa Hukum

TINJAUAN VIKTIMOLOGI TERHADAP ANAK SEBAGAI KORBAN KEJAHATAN SODOMI DI KOTA PONTIANAK




Article Info

Publish Date
06 Apr 2026

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan anak rentan menjadi korban kejahatan sodomi di Kota Pontianak dalam perspektif viktimologi. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya kasus sodomi terhadap anak dalam kurun waktu tiga tahun terakhir yang menimbulkan keresahan sosial serta menunjukkan posisi anak sebagai korban yang berada dalam kondisi rentan. Permasalahan yang dikaji adalah mengapa anak rentan menjadi korban kejahatan sodomi di Kota Pontianak. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum empiris dengan pendekatan kualitatif dan bersifat deskriptif analitis. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan pihak Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kota Pontianak, Penyidik Unit PPA Polresta Pontianak, Satgas Perlindungan Perempuan dan Anak, Psikolog Anak, serta wali korban. Selain itu, data diperoleh melalui dokumentasi dan kuesioner. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga faktor utama yang menyebabkan anak rentan menjadi korban kejahatan sodomi, yaitu karakteristik anak sebagai sasaran yang rentan (suitable target), keberadaan pelaku yang termotivasi (motivated offender), serta ketiadaan pengawasan yang memadai (absence of capable guardian). Ketiga faktor tersebut selaras dengan Teori Aktivitas Rutin. Penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan pengawasan, edukasi, dan perlindungan anak sebagai upaya preventif dalam menanggulangi kejahatan sodomi. Kata Kunci: Viktimologi, Anak, Kejahatan Sodomi, Kerentanan Korban, Teori Aktivitas Rutin.  ABSTRACT This study aims to analyze the factors that make children vulnerable to becoming victims of sodomy crimes in Pontianak from a victimological perspective. The research is motivated by the increasing number of sodomy cases against children over the past three years, which has caused social unrest and reflects the vulnerable position of children as victims. The research problem addressed is why children are vulnerable to becoming victims of sodomy crimes in Pontianak. This research employs an empirical legal research method with a qualitative approach and a descriptive-analytical nature. Data were collected through in-depth interviews with the Regional Child Protection Commission (KPAD) of Pontianak, investigators of the Women and Children Protection Unit (PPA) of Pontianak Police, the Task Force for Women and Children Protection, child psychologists, and the guardians of victims. Additional data were obtained through documentation and questionnaires. Data were analyzed using the Miles and Huberman model, including data reduction, data display, and conclusion drawing with source triangulation. The findings reveal three main factors contributing to children’s vulnerability to sodomy crimes: children’s characteristics as suitable targets, the presence of motivated offenders, and the absence of capable guardians. These findings are consistent with the Routine Activities Theory. The study emphasizes the importance of strengthening supervision, education, and child protection measures as preventive efforts to combat sodomy crimes against children. Keywords: Victimology, Children, Sodomy Crime, Victim Vulnerability, Routine Activities Theory.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

jfh

Publisher

Subject

Law, Crime, Criminology & Criminal Justice

Description

Jurnal Mahasiswa Program Studi Ilmu Hukum Universitas Tanjungpura (Bagian Hukum Keperdataan, Bagian Hukum Pidana, Bagian Hukum Tata Negara, Bagian Hukum Ekonomi, dan Bagian Hukum ...