Kain Tapis merupakan salah satu bentuk kain tenun tradisional asal Provinsi Lampung yang dihiasi motif bersulam benang emas atau perak. Sebagai salah satu desa penghasil Tapis, Desa Lugusari memiliki sekitar 250 perajin aktif. Setiap perajin mampu memproduksi hingga tujuh produk Tapis per bulan; namun, tingkat penjualannya belum mencapai optimalisasi maksimal. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui wawancara mendalam dengan perwakilan Lamban Sareng serta distribusi kuesioner online. Guna meningkatkan pemasaran produk fesyen Tapis Lugusari, Lamban Sareng—sebagai kelompok pengrajin Tapis setempat—perlu mengoptimalkan promosi yang atraktif melalui sosial media, dengan tujuan untuk memperluas daya tarik konsumen, khususnya di kalangan masyarakat urban Indonesia. Proses perancangan dilakukan dengan menerapkan model promosi AISAS (Attention, Interest, Search, Action, Share). Diharapkan, melalui strategi ini, minat masyarakat terhadap produk fesyen Tapis Lugusari dapat meningkat secara signifikan.
Copyrights © 2025