Limbah styrofoam atau expanded polystyrene adalah salah satu masalah lingkungan yang terus-menerus terjadi secara global karena sifatnya yang sulit terurai secara alami. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan tinjauan literatur secara sistematis mengenai kemungkinan pemanfaatan limbah styrofoam sebagai pengganti agregat halus atau kasar dalam pembuatan bata beton ringan. Dengan menganalisis 15 studi eksperimental terbaru, ditemukan bahwa penggunaan styrofoam secara signifikan dapat menurunkan densitas beton hingga mencapai rentang 1000–1300 kg/m³, yang efektif untuk mengurangi beban struktur. Namun, peningkatan volume styrofoam berbanding terbalik dengan penurunan performa mekanis karena pelemahan ikatan pada zona transisi antar muka (interfacial transition zone atau ITZ). Temuan sintesis menunjukkan bahwa kadar substitusi optimal untuk aplikasi struktural ringan adalah sebesar 20%, dengan kuat tekan yang tetap memenuhi standar keamanan. Di atas kadar tersebut, material lebih cocok digunakan untuk elemen non-struktural karena kinerjanya yang baik dalam isolasi termal dan akustik. Penggunaan teknologi pelapisan serta pendekatan pemodelan optimasi seperti response surface methodology terbukti menjadi kunci dalam meningkatkan ketahanan dan prediksi kekuatan beton berbasis styrofoam di masa depan.
Copyrights © 2026