Ketahanan pangan nasional sangat bergantung pada keberlanjutan produktivitas padi sebagai komoditas pangan strategis utama di Indonesia. Fluktuasi produktivitas yang dipengaruhi oleh variabilitas iklim, tekanan alih fungsi lahan, serta ketidakpastian input produksi menuntut adanya pendekatan kuantitatif yang mampu memproyeksikan produktivitas padi secara akurat dan berkelanjutan. Selain itu, penelitian ini sejalan dengan tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals), khususnya SDGs 2 (ketahanan pangan dan peningkatan gizi) serta SDGs 8 (pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan peramalan (forecasting) produktivitas padi sebagai dasar pendukung perumusan kebijakan ketahanan pangan nasional. Data yang digunakan merupakan data sekunder runtun waktu (time series) yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS). Metode analisis yang digunakan meliputi Single Exponential Smoothing (SES) dan Double Exponential Smoothing (Holt) sebagai metode pembanding. Kinerja masing-masing metode dievaluasi menggunakan ukuran kesalahan peramalan, yaitu Mean Absolute Deviation (MAD), Mean Squared Error (MSE), dan Mean Absolute Percentage Error (MAPE). Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Single Exponential Smoothing (SES) menghasilkan tingkat kesalahan paling rendah dengan nilai MAPE sebesar 1,309%, sehingga dinilai sebagai metode yang paling akurat dan sesuai dengan karakteristik data yang tidak menunjukkan tren yang konsisten. Hasil peramalan menunjukkan bahwa produktivitas padi pada periode mendatang cenderung relatif stabil dengan potensi peningkatan moderat apabila didukung oleh kebijakan revitalisasi pertanian yang tepat. Temuan ini menegaskan bahwa pendekatan forecasting produktivitas padi berperan strategis dalam menjaga stabilitas pasokan bahan pangan, mendukung perencanaan hilirisasi pangan, serta memperkuat ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026