Jurnal PG-PAUD Trunojoyo : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Anak Usia Dini
Vol 13, No 1 (2026)

Aktivitas Sharenting Orang Tua Milenial: Analisis Motif dan Pertimbangan

Yayu Mega Purnamasari (Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon)
Lulu Hayati (Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon)



Article Info

Publish Date
03 Apr 2026

Abstract

Fenomena sharenting menjadi tren di kalangan orang tua milenial yang ditandai dengan seringnya membagikan momen anak di media sosial. Kegiatan ini telah menjadi bagian dari pola pengasuhan digital, namun menimbulkan risiko terhadap privasi anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis motif dan pertimbangan orang tua milenial dalam melakukan sharenting pada anak usia dini. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian adalah 15 orang tua dari anak usia dini, sampel dikumpulkan dengan teknik purposive sampling, dengan kriterian orang tua rentang usia 20-35 tahun (milenial). Data dianalisis model analisis miles dan huberman dengan tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan teknik untuk memastikan kredibilitas dan konsistensi temuan. menggunakan triangulasi data dengan penyajian deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas sharenting dilakukan dalam berbagai bentuk, seperti membagikan foto anak saat kegiatan sekolah, aktivitas di rumah, pencapaian, dan rutinitas harian. Terdapat lima motif utama orang tua dalam melakukan sharenting: (1) motif intrinsik, berupa keinginan menyimpan kenangan dan mengekspresikan kebahagiaan; (2) motif sosial, yaitu untuk membangun koneksi sosial; (3) motif penghargaan, yakni mengharapkan pengakuan dari lingkungan sekitar; (4) motif aktualisasi diri sebagai bentuk kebanggaan; dan (5) motif teogenetis, sebagai bagian dari menanamkan nilai moral dan religius (6) motif keuntungan seperti monitesasi dalam unggahan sharenting. Meskipun terdapat kekhawatiran akan dampak negatif sharenting, sebagian besar orang tua masih melakukan kegiatan tersebut karena berbagai alasan personal. Penelitian ini berkontribusi dalam memberikan pemahaman mendalam tentang alasan di balik praktik sharenting dan implikasinya terhadap pengasuhan anak usia dini di era digital.

Copyrights © 2026