Krisis kepemimpinan merupakan tantangan serius yang dihadapi oleh banyak institusi sosial, termasuk gereja. Permasalahan ini mencakup lemahnya integritas moral pemimpin dan kurangnya model pembinaan kepemimpinan berbasis nilai-nilai biblika. 1 Timotius 3:1–16 memberikan panduan biblika tentang kualifikasi pemimpin gereja, yang relevansinya perlu dianalisis untuk pembentukan kepemimpinan gereja masa kini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis paradigma kepemimpinan Kristen berdasarkan 1 Timotius 3:1–16 dan mengeksplorasi relevansinya bagi pembentukan kepemimpinan gereja di era kontemporer. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi pustaka, serta menerapkan hermeneutik kritik historis dan analisis sosio-retoris untuk memahami makna teks dalam konteks jemaat Efesus pada abad pertama. Hasil penelitian menunjukkan empat temuan utama: 1) Kepemimpinan gereja berakar pada integritas karakter, 2) Kehidupan keluarga dan reputasi sosial menjadi indikator kelayakan pemimpin, 3) Kepemimpinan gereja dipahami sebagai panggilan pelayanan yang menuntut kerendahan hati, 4) Struktur kepemimpinan gereja mula-mula menunjukkan keseimbangan antara fungsi organisasi dan teladan hidup. Paradigma kepemimpinan dalam 1 Timotius 3:1–16 tetap relevan bagi gereja masa kini, menekankan karakter, tanggung jawab keluarga, reputasi sosial, dan orientasi pelayanan sebagai fondasi utama kepemimpinan Kristen yang berintegritas dan kredibel.
Copyrights © 2026