Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya memahami konflik batin tokoh dalam karya sastra, khususnya film. Film My Annoying Brother mengisahkan perjalanan hidup Kemal (Angga Yunanda), seorang atlet judo nasional berbakat yang mengalami konflik batin mendalam setelah kehilangan penglihatannya akibat kecelakaan. Kondisi tersebut memunculkan berbagai pergulatan emosional dalam diri Kemal, seperti perasaan marah, kecewa, putus asa, dan kehilangan makna hidup. Konflik batin Kemal semakin kuat dengan kehadiran kakaknya, Jaya (Vino G. Bastian), seorang mantan narapidana yang dibebaskan bersyarat dan ditugaskan untuk merawat Kemal.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk konflik batin, faktor penyebab, dan penyelesaian konflik batin tokoh utama dalam film My Annoying Brother sutradara Dinna Jasanti. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan psikologi sastra. Data penelitian berupa dialog dan adegan yang menunjukkan konflik batin tokoh utama dengan teknik pengumpulan data simak dan catat. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 83 data konflik batin yang meliputi depresi (8 data), frustasi (4 data), marah (10 data), kesedihan (15 data), kecemasan (21 data), rasa salah (9 data), dan kebimbangan (16 data). Bentuk yang paling dominan adalah kecemasan. Faktor penyebab konflik batin meliputi kebutuhan fisiologis, keamanan, sosial, penghargaan, dan aktualisasi diri, dengan yang paling dominan adalah kebutuhan sosial (37 data). Penyelesaian konflik batin meliputi mencari penyebab utama, berpikir positif, berani membuat keputusan, fokus pada diri sendiri, dan berdamai dengan takdir. Temuan ini menunjukkan bahwa konflik batin tokoh utama menggambarkan proses penerimaan diri dan perkembangan karakter dalam film. Kata Kunci: Film, Konflik Batin, Pendekatan Psikologi Sastra, Tokoh Utama
Copyrights © 2026