Gangguan intelektual pada lansia merupakan kondisi yang dapat meningkatkan risiko terjadinya depresi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara gangguan intelektual dengan depresi pada lansia di Sekolah Lansia Kelurahan Bandungrejosari, Kota Malang. Penelitian menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 25 responden. Data dikumpulkan menggunakan Short Portable Mental Status Questionnaire (SPMSQ) untuk menilai fungsi kognitif dan Depression Anxiety Stress Scale (DASS) untuk mengukur tingkat depresi. Analisis data dilakukan secara univariat dalam bentuk distribusi frekuensi dan analisis bivariat menggunakan uji korelasi Rank Spearman dengan bantuan SPSS versi 16 for Windows. Tingkat kemaknaan ditetapkan pada p ? 0,05. Hasil penelitian menunjukkan nilai p = 0,000 (p 0,05), yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara gangguan intelektual dengan tingkat depresi pada lansia. Penurunan fungsi kognitif berhubungan dengan peningkatan risiko depresi. Oleh karena itu, skrining dini fungsi kognitif pada lansia penting dilakukan sebagai upaya pencegahan dan penanganan depresi secara komprehensif.
Copyrights © 2026