Penelitian ini menjelaskan mengenai dekonstruksi trashtalk sebagai bahasa keakraban dalam ruang lingkup pertemanan pada mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara. Tujuan penelitian ini menjelaskan bagaimana bentuk penggunaan trashtalking dan juga bagaimana perubahan makna dari kata-kata trashtalk berdasarkan analisis teori dekonstruksi yang dipopulerkan oleh Jacques Derrida. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Proses pengumpulan data menggunakan teknik accidental sampling yang melibatkan 12 informan yang dipilih secara acak dilokasi penelitian. Hasil penelitian dapat dilihat bahwa Mahasiswa dan Mahasiswi FISIP USU menggunakan trashtalking untuk membentuk keakraban kepada teman sepermainan atau teman akrab. Trashtalk sendiri dikonotasikan negatif dikarenakan tidak sesuai dengan norma yang berlaku dimasyarakat. Melalui konsep dekonstruksi yang dipopulerkan Jacques Derrida, berusaha untuk membangun makna baru dari sebuah teks dalam hal ini trashtalk. Dengan adanya konsep dekonstruksi berusaha mengungkapkan makna lain dari makna trashtalk yang selama ini berkonotasi negatif menjadi positif sebagai bentuk pengungkapan ekspresi keakraban yang menyatukan individu atau kelompok dalam pertemanan. Dalam penelitian ini, mengungkapkan bahwa benar terjadi perubahan pemaknaan trashtalk dikalangan Mahasiswa dan Mahasiswi FISIP USU. Hal ini ditandai dengan dapat dilihat dari hubungan keakraban dalam ruang lingkup pertemanan mereka. Hal ini sejalan dengan yang ditegaskan Jacques Derrida bahwa dekonstruksi bukan sekedar metode analisis, melainkan cara berpikir yang mengupas ketidakstabilan makna. Kata Kunci: Trashtalk; Mahasiswa; Dekonstruksi; Pertemanan; Keakraban.
Copyrights © 2025