Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh belanja daerah dan dividen atas penyertaan modal pemerintah daerah terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dan derajat desentralisasi fiskal di Kabupaten Kutai Timur selama periode 2011–2022. Penelitian menggunakan data sekunder time series yang diperoleh dari Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah, Badan Pendapatan Daerah, dan Badan Pusat Statistik Kabupaten Kutai Timur. Analisis dilakukan melalui dua sub-struktur persamaan untuk menguji hubungan langsung dan tidak langsung antarvariabel. Variabel belanja daerah, dividen, dan PDRB ditransformasi ke dalam logaritma natural, sedangkan derajat desentralisasi fiskal diukur menggunakan rasio Pendapatan Asli Daerah (PAD) terhadap total penerimaan daerah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa belanja daerah berpengaruh positif dan signifikan terhadap PDRB, sementara dividen atas penyertaan modal berpengaruh positif tetapi belum signifikan. Pada model derajat desentralisasi fiskal, belanja daerah, dividen, dan PDRB belum menunjukkan pengaruh yang signifikan secara statistik. Temuan ini menunjukkan bahwa instrumen fiskal daerah lebih berperan dalam mendorong aktivitas ekonomi regional daripada dalam meningkatkan kemandirian fiskal daerah. Penelitian ini menegaskan pentingnya peningkatan kualitas belanja publik, optimalisasi kinerja BUMD, dan penguatan basis PAD untuk mendukung pembangunan daerah yang lebih berkelanjutan.
Copyrights © 2026