Penuaan menyebabkan penurunan fungsi muskuloskeletal yang berdampak pada kekakuan sendi, nyeri, dan berkurangnya kekuatan otot tangan, sehingga menurunkan kemandirian lansia. Salah satu modalitas fisioterapi yang efektif untuk mengatasi keluhan tersebut adalah terapi paraffin bath, karena mampu meningkatkan elastisitas jaringan dan sirkulasi darah lokal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertujuan untuk meningkatkan kinerja fisik dan fungsionalitas jari-jari tangan lansia melalui penerapan terapi paraffin bath berbasis komunitas. Kegiatan telah dilaksanakan di Desa Meunasah Papeun, Aceh Besar, melibatkan 40 lansia selama tiga minggu menggunakan desain pre-post intervention. Selama 3 minggu pada Mei 2025. Intervensi dilakukan dua hingga tiga kali per minggu melalui prosedur pencelupan tangan dalam parafin bersuhu 48–52°C, diikuti latihan jari terstruktur. Evaluasi mencakup pengukuran kekuatan genggaman, rentang gerak sendi (ROM), tingkat nyeri menggunakan Visual Analog Scale (VAS), dan fungsionalitas jari melalui observasi aktivitas harian. Hasil menunjukkan peningkatan kekuatan genggaman dari 14,8 ± 3,5 kg menjadi 19,6 ± 3,7 kg dan peningkatan skor fungsionalitas dari 5,2 ± 1,4 menjadi 8,3 ± 1,2. Skor nyeri dan kekakuan jari menurun masing-masing dari 6,7 ± 1,6 menjadi 3,1 ± 1,3 dan dari 7,4 ± 1,8 menjadi 3,8 ± 1,5. Kegiatan ini mendapat partisipasi aktif dari masyarakat dan memiliki potensi keberlanjutan melalui pelatihan kader komunitas. Kesimpulan, penerapan terapi paraffin bath berbasis komunitas terbukti aman, ekonomis, dan bermanfaat dalam mendukung kemandirian dan kualitas hidup lansia.
Copyrights © 2026