Karies botol merupakan masalah kesehatan gigi yang sering terjadi pada balita akibat kebiasaan mengonsumsi susu menggunakan botol, terutama saat tidur. Kondisi ini dapat menyebabkan kerusakan gigi sejak dini dan berdampak pada kesehatan serta kualitas hidup anak. Data puskesmas menunjukkan hampir 100% balita yang berobat mengalami karies botol. Studi pendahuluan di TK Khairiyah Banda Aceh menunjukkan 70% dari 50 anak mengalami karies, sementara sebagian besar orang tua berpendidikan rendah (70%) dan berprofesi sebagai ibu rumah tangga (70%). Rendahnya pengetahuan orang tua menjadi faktor utama tingginya kejadian karies. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan perubahan perilaku orang tua serta anak dalam menjaga kesehatan gigi. Kegiatan dilakukan pada 30 orang tua dengan tahapan: persiapan dan koordinasi (1–2 minggu), edukasi, demonstrasi teknik menyikat gigi, praktik bersama anak (minggu ke-3), serta evaluasi melalui pretest dan posttest (minggu ke-4). Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan orang tua dari 20% menjadi 83,3%. Keterampilan menyikat gigi meningkat dari 16,7% menjadi 80%, dan perilaku menyikat gigi anak dua kali sehari meningkat dari 23,3% menjadi 76,7%. Hal ini menunjukkan bahwa edukasi yang disertai demonstrasi dan praktik langsung efektif dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan perilaku pencegahan karies botol. Kesimpulannya, intervensi edukatif berbasis praktik efektif dalam pencegahan karies botol. Kolaborasi antara tenaga kesehatan, sekolah, dan orang tua diperlukan untuk mendukung keberlanjutan kesehatan gigi anak.
Copyrights © 2026