Pertumbuhan perbankan syariah di Indonesia mencapai aset Rp 980 triliun pada 2024, namun di daerah semi-pedesaan seperti Kabupaten Sukabumi, literasi keuangan syariah rendah (indeks nasional hanya 9,14%) menghambat inklusi keuangan, terutama untuk produk investasi halal seperti Cicil Emas Logam Mulia berbasis akad murabahah. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi pemasaran produk tersebut di Bank Muamalat KCP Cibadak untuk meningkatkan minat nasabah, mengidentifikasi kendala operasional, serta merumuskan rekomendasi adaptasi. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan dengan pengumpulan data melalui wawancara semi-struktural (sampel purposive 5-7 staf kunci termasuk funding officer), observasi partisipan selama magang (Februari-Desember 2025), dan analisis dokumen internal bank. Data dianalisis secara tematik dengan triangulasi sumber untuk validitas. Hasil menunjukkan strategi utama berfokus pada pendekatan personal (kunjungan langsung) dan sosialisasi edukatif, dikombinasikan promosi hybrid (digital-konvensional), yang efektif membangun kepercayaan di masyarakat lokal. Namun, implementasi terhambat oleh literasi keuangan rendah, keterbatasan SDM (hanya 2 funding officer), dan minimnya keterlibatan manajemen cabang, menyebabkan jangkauan pasar tidak optimal. Rekomendasi meliputi program edukasi intensif, penguatan SDM melalui pelatihan/rekrutmen, dan peran aktif manajemen untuk strategi hybrid. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan pemasaran syariah adaptif di cabang kecil, mendukung inklusi keuangan pedesaan
Copyrights © 2026