Kecurangan dalam praktik audit masih menjadi tantangan serius karena berdampak pada kerugian finansial dan menurunnya kepercayaan publik. Kemampuan auditor dalam mendeteksi kecurangan tidak hanya ditentukan oleh kompetensi teknis, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor psikologis individu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tipe kepribadian, lokus kendali, dan kecerdasan emosional terhadap kemampuan auditor dalam mendeteksi kecurangan pada Kantor Akuntan Publik di Kota Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 57 auditor yang dipilih menggunakan teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan SPSS versi 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tipe kepribadian, lokus kendali, dan kecerdasan emosional berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemampuan auditor dalam mendeteksi kecurangan, baik secara parsial maupun simultan. Temuan ini mengindikasikan bahwa auditor dengan karakter kepribadian yang mendukung kehati-hatian, keyakinan atas kendali diri, serta kemampuan pengelolaan emosi yang baik cenderung lebih efektif dalam mengidentifikasi indikasi kecurangan. Penelitian ini menegaskan pentingnya pengembangan aspek psikologis auditor sebagai upaya meningkatkan kualitas pertimbangan profesional dan efektivitas pendeteksian kecurangan
Copyrights © 2026