Penelitian ini bertujuan untuk merekonstruksi dan menganalisis penerapan laporan keuangan berbasis Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil, dan Menengah (SAK EMKM) pada Alisa Laundry, sebuah usaha jasa binatu di Kota Batam. Objek penelitian dipilih karena memiliki volume aktivitas ekonomi yang signifikan dengan rata-rata omzet mencapai Rp35.000.000 per bulan, namun masih menggunakan sistem pencatatan manual berbasis kas. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam dengan pemilik, dan dokumentasi buku transaksi harian periode September hingga November 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum penerapan SAK EMKM, pemilik usaha mengalami bias informasi laba (phantom profit) karena tidak memperhitungkan beban penyusutan aset tetap. Melalui rekonstruksi laporan keuangan, ditemukan bahwa Alisa Laundry memiliki total aset sebesar Rp77.475.000 per 30 November 2025 dengan laba bersih rata-rata Rp21.075.000 per bulan. Penerapan SAK EMKM terbukti memberikan gambaran posisi keuangan yang transparan dan akuntabel, serta memitigasi risiko penggerusan modal (capital erosion) di masa depan
Copyrights © 2026