Masalah yang sering dihadapi UMKM adalah ketersediaan laporan keuangan, digitalisasi dalam mengelola keuangan, dan keberlanjutan usaha. Di kecamatan Telukjambe Timur tercatat ada 30% UMKM yang belum memiliki laporan keuangan serta belum menggunakan digitalisasi dalam mengelola keuangan. Kondisi ini berdampak langsung pada pencatatan keuangan, efisiensi operasional, dan adaptasi pasar yang semuanya merupakan elemen penting dalam menjaga keberlanjutan UMKM. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi bagaimana laporan keuangan dan digitalisasi akuntansi berkontribusi terhadap keberlanjutan usaha pada UMKM di Telukjambe Timur. Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan data sekunder yang diperoleh dari kuesioner. Pemilihan sampel dilakukan melalui teknik random sampling pada UMKM di Telukjambe Timur, menghasilkan 125 data yang kemudian diolah menggunakan perangkat lunak SmartPLS versi 4.0. Temuan empiris menunjukkan bahwa laporan keuangan maupun digitalisasi akuntansi memberikan pengaruh yang positif dan signifikan terhadap keberlanjutan usaha pada UMKM di Teluk Jambe Timur, baik secara parsial maupun simultan. Secara teoritis laporan keuangan dan digitalisasi akuntansi efektif meningkatkan kinerja pada keberlanjutan usaha. Secara praktis, digitalisasi akuntansi memungkinkan manajemen memperoleh data keuangan secara real-time, andal, dan akurat, yang mempercepat efektivitas pengambilan keputusan strategis.
Copyrights © 2026