Isu kekerasan berbasis gender di lingkungan kerja, khususnya terhadap perempuan, masih menjadipersoalan kompleks yang kerap dinormalisasi dalam kehidupan sehari-hari. Perempuan yang bekerja di sektorinformal seperƟ peternakan sering mengalami keƟmpangan upah, beban kerja ganda, hingga pelecehan non-verbalakibat sistem kerja yang patriarkal. Melalui perancangan ini, penulis merancang penataan kamera dalam Įlm pendekLAYU sebagai media edukasi sekaligus representasi isu tersebut, dengan menekankan tekanan sosial dan psikologisyang dialami tokoh utama. Perancangan dilakukan menggunakan metode kualitaƟf deskripƟf, melalui wawancara,observasi lapangan, studi pustaka, serta referensi visual dari Įlm-Įlm bertema serupa. Gaya visual mengacu padapendekatan semi-realis, dengan pencahayaan natural, teknik kamera handheld dan sƟll, serta framing tertutup untukmembangun kesan tertekan dan terasing. Hasil perancangan menunjukkan bahwa Įlm pendek dapat menjadimedium yang kuat dalam menyampaikan isu sosial secara emosional dan reŇekƟf, serta membantu mendorongkesadaran penonton terhadap bentuk-bentuk kekerasan yang sering kali Ɵdak kasat mata namun berdampak nyata.Kata Kunci: Penataan Kamera, Film Pendek, Kekerasan Berbasis Gender, Lingkungan Kerja, Representasi Visual,SinematograĮ, Semi-Realisme.
Copyrights © 2026