Kekerasan berbasis gender masih menjadi tantangan besar yang sulitdiatasi di Indonesia, terutama karena budaya patriarki yang sudah mengakar kuat dalamkehidupan masyarakat. Budaya ini menempatkan laki-laki pada posisi dominan,sementara perempuan sering kali mengalami diskriminasi dan ketidakadilan dalamberbagai aspek kehidupan, baik sosial maupun ekonomi. Kondisi ini tidak hanyamerugikan perempuan, tetapi juga menghambat kemajuan masyarakat secarakeseluruhan. Oleh karena itu, penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakattentang dampak kekerasan berbasis gender. Penelitian ini menggunakanpenyutradaraan film pendek sebagai media edukasi untuk mengubah persepsi stereotipgender, khususnya di lingkungan pedesaan. Dengan metode kualitatif deskriptif yangmelibatkan wawancara, observasi, dan studi literatur, penelitian ini bertujuanmendorong partisipasi aktif perempuan dalam berbagai bidang kehidupan sosial danekonomi. Hasil penelitian menunjukkan masih banyaknya kasus kekerasan, diskriminasi,dan ketidakadilan yang dialami perempuan, sehingga edukasi melalui film pendekdiharapkan dapat menjadi langkah efektif untuk meningkatkan kesadaran danmendorong perubahan positif di masyarakat.Kata kunci: Film Pendek, Kekerasan Berbasis Gender, Penyutradaraan.
Copyrights © 2026