Beberapa bulan terakhir, kasus cuci darah pada usia muda di Indonesia mengalamipeningkatan signifikan. Banyak anak, remaja, dan dewasa masih mengabaikan dampak konsumsigula dan garam berlebihan, jarang minum air putih, serta kurang beraktivitas fisik. Penelitian inibertujuan untuk mengurangi angka kasus cuci darah melalui media animasi edukatif yangmenyasar remaja. Animasi ini dirancang untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjagakesehatan ginjal dengan pola hidup sehat, konsumsi air putih yang cukup, dan rutin berolahraga.Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif, dengan teknik pengumpulan data berupasurvei, wawancara, observasi, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwapenggunaan environment menarik dan teknik animasi yang tepat sangat berpengaruh dalampenyampaian pesan edukatif. Penggunaan animasi 3D pada environment mampu meningkatkanrealisme, seperti menampilkan kondisi ginjal dan prosedur cuci darah secara jelas serta visualisasiruang perawatan atau klinik. Visualisasi ini memudahkan penonton memahami pentingnyamenjaga kesehatan ginjal. Dengan pendekatan visual yang informatif dan menarik, diharapkanpesan yang disampaikan lebih mudah dipahami dan diingat, sehingga dapat membantumenurunkan angka cuci darah di usia muda.Kata kunci: animasi edukasi, environment 3D,hemodialisis, kesehatan ginjal, remajaKata Kunci: Environment 3D, animasi, hemodialisis, cuci darah, pola hidup sehat
Copyrights © 2026