Setiawan Sabana dikenal sebagai seniman grafis dan seniman kertas yangkonsisten mengeksplorasi medium kertas sebagai ekspresi artistik. Meskipunpemikirannya banyak tertulis dalam karyanya, sosoknya sendiri jarangterdokumentasikan. Minimnya arsip dan akses terhadap narasi kehidupannyamembuat sosoknya kurang dikenal publik. Penelitian ini merespons hal tersebutdengan merancang film dokumenter sebagai medium arsip untuk mengenalkansosok Setiawan Sabana melalui sudut pandang orang-orang terdekatnya. Metodeyang digunakan mencakup studi pustaka, observasi, wawancara, serta analisisterhadap karya sejenis. Film ini dirancang melalui tiga tahap, yaitu pra-produksi,produksi, dan pasca-produksi dengan pendekatan ekspositoris. Dokumenter inimenunjukkan bahwa arsip visual tidak hanya berfungsi sebagai penyimpanan data,tetapi juga sebagai ruang refleksi dan apresiasi. Hasilnya adalah film dokumenteryang menjembatani ingatan kolektif dan pelestarian nilai-nilai estetika secarakontekstual dan emosional.Kata kunci: Setiawan Sabana, Film Dokumenter, Arsip, Penyutradaraan
Copyrights © 2026