Kajian ini membahas faktor-faktor yang memengaruhi kinerja karyawan pada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tangerang. Fokus kajian diarahkan pada kepribadian proaktif, disiplin kerja, dan lingkungan kerja sebagai determinan kinerja aparatur publik dalam penyelenggaraan pemilu. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif. Seluruh karyawan KPU Kota Tangerang berjumlah 50 orang dijadikan responden melalui teknik sampel jenuh. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis dengan regresi linear berganda menggunakan SPSS versi 20. Kepribadian proaktif berkontribusi signifikan pada kinerja karyawan dengan nilai t hitung sebesar 5,220 dan signifikansi 0,000. Disiplin kerja juga berpengaruh signifikan dengan nilai t hitung sebesar 2,992 dan signifikansi 0,004. Sebaliknya, lingkungan kerja tidak berkontribusi signifikan pada kinerja dengan nilai t hitung sebesar 0,781 dan signifikansi 0,439. Nilai F hitung sebesar 27,051 dengan signifikansi 0,000, yang menandakan bahwa ketiga variabel secara bersama-sama berkontribusi signifikan pada kinerja karyawan. Dengan nilai koefisien determinasi 0,638, model mampu menjelaskan 63,8% variasi kinerja karyawan. Temuan ini menegaskan bahwa faktor individu memiliki peran dominan dalam membentuk kinerja aparatur KPU.
Copyrights © 2026