Tujuan kajian ini mengkaji keterkaitan pelatihan, kompetensi, dan motivasi kerja dengan kinerja karyawan pada Pertamina Corporate University. Pendekatan kuantitatif asosiatif diterapkan dengan analisis regresi linear berganda untuk menilai hubungan parsial dan simultan antarvariabel. Teknik sampling jenuh digunakan dengan melibatkan seluruh 56 karyawan sebagai responden, sehingga data merepresentasikan kondisi populasi secara utuh. Pengumpulan data melalui kuesioner terstruktur dengan skala Likert, kemudian dianalisis melalui uji validitas, reliabilitas, serta pengujian asumsi klasik sebelum tahap regresi. Variabel pelatihan memiliki nilai t hitung -0,013 dengan signifikansi 0,990, sedangkan motivasi kerja memiliki nilai t hitung -0,328 dengan signifikansi 0,744, sehingga keduanya tidak memiliki keterkaitan signifikan dengan kinerja karyawan. Sebaliknya, kompetensi memiliki nilai t hitung 5,042 dengan signifikansi 0,000, yang mencerminkan keterkaitan signifikan dengan kinerja karyawan. Dengan nilai F hitung 40,035 dengan signifikansi 0,000, yang menandakan bahwa pelatihan, kompetensi, dan motivasi kerja secara simultan berkaitan signifikan dengan kinerja karyawan. Kesimpulan kajian ini menegaskan bahwa kompetensi menjadi faktor utama dalam pembentukan kinerja karyawan, sementara pelatihan dan motivasi kerja berperan sebagai pendukung dalam kerangka peningkatan kinerja secara menyeluruh.
Copyrights © 2026