Tujuan kajian ini mengkaji peran motivasi kerja dan kompensasi dalam menjelaskan kinerja karyawan dengan kepuasan kerja sebagai variabel moderasi pada Dinas Kesehatan Kota Semarang. Metode kuantitatif dengan pendekatan eksplanatori diterapkan untuk menguji hubungan antarvariabel. Populasi mencakup seluruh pegawai aktif sebanyak 150 orang. Penentuan sampel menggunakan teknik probability sampling melalui rumus Slovin, sehingga diperoleh 110 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner tertutup berskala Likert dan dianalisis dengan regresi linier berganda dan regresi moderasi. Hasil uji t memperlihatkan bahwa motivasi kerja berhubungan positif dan signifikan dengan kinerja karyawan (β = 0,485; t = 5,776; sig. = 0,000), kepuasan kerja juga berhubungan positif dan signifikan (β = 0,945; t = 10,521; sig. = 0,000), sementara kompensasi berhubungan signifikan dengan arah negatif (β = -0,391; t = -5,350; sig. = 0,000). Uji regresi moderasi menunjukkan interaksi motivasi kerja-kepuasan kerja signifikan (β = -0,126; sig. = 0,000) dan interaksi kompensasi-kepuasan kerja signifikan (β = 0,091; sig. = 0,001). Uji F menghasilkan nilai F 113,685 dengan signifikansi 0,000, sedangkan nilai R² 0,763. Kesimpulan menegaskan bahwa motivasi dan kepuasan kerja menjadi faktor utama penentu kinerja, sementara kepuasan kerja memperkuat peran motivasi dan kompensasi dalam meningkatkan kinerja karyawan sektor publik.
Copyrights © 2026