Tepung ikan lele merupakan salah satu produk olahan yang memiliki nilai gizi tinggi, terutama dalam hal kandungan protein dan lemaknya sehingga berpotensi sebagai sumber pangan alternatif bergizi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui optimalisasi nilai protein, lemak, dan daya terima tepung ikan lele berdasarkan lama perendaman dan pengeringan. Metode penelitian menggunakan desain eksperimental rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan 3 kali ulangan dan 12 kali percobaan. Perlakuan diberikan kode P1, P2, P3, dan P4. Analisis data yang digunakan adalah One-way Analysis Of Variance (ANOVA) dengan nilai signifikasi 95%. Jika data berdistribusi tidak normal maka digunakan uji statistik Kruskal-Wallis diikuti uji LSD/ Uji Mann-Whitney U. Hasil analisis terbaik atau tertinggi kadar protein pada perendaman 15 menit pengeringan 12 jam (P2) sebesar 56,53%. Tidak terdapat pengaruh nyata dari kadar lemak pada tepung ikan lele, artinya kadar lemak pada seluruh perlakuan tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan dan masih melebihi standar SNI (12%). Hasil penelitian daya terima pengaruh tepung ikan lele terhadap sensori aroma,warna, keseluruhan menunjukkan tidak terdapat berbedaan yang signifikan. Dari penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa tepung ikan lele yang disukai berdasarkan keseluruhan adalah perendaman 30 menit pengeringan 12 jam (P4) dengan rata-rata 5,02 yang termasuk dalam kategori agak suka pada aspek penilaian.
Copyrights © 2026