Keterampilan kosakata sangat memengaruhi kualitas komunikasi pada anak usia dini. Namun, ada perbedaan antara teori stimulasi multisensori dan praktik pembelajaran yang masih tradisional dan kurang interaktif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas metode bernyanyi dalam memperkaya kosakata anak berusia 4–6 tahun di TPQ Nurul Hikmah. Metode yang dipakai adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik observasi partisipatif dan pengumpulan data lapangan selama tiga hari. Bernyanyi dilakukan dengan menggabungkan elemen visual, auditori, dan kinestetik sebagai metode pembelajaran yang melibatkan banyak indera. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa anak berusia 4 tahun mengalami lonjakan skor dari 25 ke 100, anak berusia 5 tahun dari 50 ke 100, sementara anak berusia 6 tahun tetap di skor 100. Sekitar 80–90% anak menunjukkan semangat, percaya diri, serta peningkatan ingatan terhadap kata-kata baru. Kesimpulan menunjukkan bahwa teknik bernyanyi adalah strategi yang efektif dan menyenangkan dalam memperluas kosakata anak secara menyeluruh serta mendukung perkembangan bahasa sesuai dengan karakteristik usia dini.
Copyrights © 2026