Kontrasepsi implan merupakan metode kontrasepsi jangka panjang yang efektif dan memiliki tingkat keberhasilan tinggi, namun penggunaannya di Puskesmas Sawan II Kabupaten Buleleng masih tergolong rendah dibandingkan metode kontrasepsi lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang melatarbelakangi pemilihan kontrasepsi implan pada wanita usia subur (WUS). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 53 wanita usia subur yang menggunakan kontrasepsi implan dan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, lalu dianalisis secara deskriptif dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berusia 20–35 tahun (67,9%), multipara (81,1%), memiliki tingkat pendidikan dasar (49,1%), mendapat dukungan suami (90,6%), dan memperoleh informasi dari tenaga kesehatan (60,4%). Dapat disimpulkan bahwa faktor umur, paritas, tingkat pendidikan, dukungan suami, dan sumber informasi berpengaruh terhadap pemilihan kontrasepsi implan. Saran bagi peneliti selanjutnya adalah agar menggunakan desain analitik dengan variabel yang lebih luas, seperti pengetahuan, sikap, dan akses terhadap pelayanan kesehatan, sehingga dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai pemilihan kontrasepsi implan di masyarakat.
Copyrights © 2026