Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh isomorfisme kelembagaan terhadap praktik tata kelola perusahaan di bawah tekanan regulasi pada perusahaan terbuka di Indonesia. Dengan mengacu pada Teori Kelembagaan, penelitian ini berfokus pada tiga dimensi isomorfisme kelembagaan—koersif, normatif, dan mimetik—sebagai faktor penentu utama yang memengaruhi praktik tata kelola. Pendekatan kuantitatif digunakan dengan memanfaatkan data primer yang dikumpulkan dari 85 responden yang mewakili perusahaan terbuka. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur menggunakan skala Likert dan dianalisis menggunakan IBM SPSS Statistics 25. Teknik analisis meliputi statistik deskriptif, uji validitas dan reliabilitas, uji asumsi klasik, serta analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa isomorfisme institusional memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap praktik tata kelola perusahaan. Isomorfisme koersif muncul sebagai faktor yang paling dominan, yang mengindikasikan bahwa tekanan regulasi memainkan peran penting dalam membentuk perilaku tata kelola. Isomorfisme normatif juga secara signifikan memengaruhi tata kelola melalui standar profesional dan norma industri, sementara isomorfisme mimetik berkontribusi melalui peniruan praktik organisasi yang sukses. Model ini menjelaskan 61,1% varians dalam praktik tata kelola perusahaan, menunjukkan bahwa tekanan institusional merupakan penentu yang kuat dalam konteks Indonesia. Studi ini berkontribusi pada literatur dengan memberikan bukti empiris tentang bagaimana kekuatan institusional mendorong konvergensi tata kelola di pasar negara berkembang. Secara praktis, temuan ini menyoroti pentingnya menyelaraskan kerangka regulasi dengan dinamika institusional untuk memastikan implementasi tata kelola perusahaan yang efektif dan substansial.
Copyrights © 2026