Peningkatan faktor risiko selama kehamilan disebabkan oleh kegagalan ibu hamil dalam mematuhi pemeriksaan kehamilan. Angka Kematian Ibu (AKI) yang masih tinggi di Indonesia menjadi perhatian utama, dan ANC berperan penting dalam menjaga kesehatan ibu hamil dan janin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepatuhan antenatal care (ANC) dengan deteksi risiko kehamilan di Puskesmas Gamping 1. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan observasional analitik dan rancangan cross-sectional. Populasi penelitian ini adalah ibu hamil trimester III yang melakukan pemeriksaan di Puskesmas Gamping 1. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 32 dengan kriteria inklusi dan eksklusi yang diambil dengan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan melalui pengisian lembar identitas, buku KIA, dan skrining menggunakan Kartu Skor Poedji Rochjati (KSPR). Uji analisis statistik penelitian ini menggunakan chi-square. Ibu hamil yang patuh melakukan ANC berjumlah 25 orang (78,1%), yaitu kehamilan risiko rendah 19 orang (76,0%), kehamilan risiko tinggi 5 orang (20%), dan kehamilan risiko sangat tinggi 1 orang (4,0%). Ibu hamil yang tidak patuh melakukan ANC berjumlah 7 orang (21,9%), yaitu kehamilan risiko rendah 0 orang (0%), kehamilan risiko tinggi 2 orang (28,6%), dan kehamilan risiko sangat tinggi 5 orang (71,4,0%). Hasil uji statistik menunjukkan ada hubungan antara kepatuhan ANC dengan deteksi risiko kehamilan (p=0,001<0,05). Diharapkan tenaga kesehatan mampu berperan aktif dalam pelayanan ANC serta untuk ibu hamil agar lebih rutin memeriksakan kehamilan sehingga dapat meminimalisir risiko kehamilan terjadi.
Copyrights © 2026