Stunting merupakan salah satu permasalahan gizi yang menjadi fokus global yang merupakan kondisi kronis akibat kekurangan gizi pada masa pertumbuhan awal dan berpotensi mempengaruhi perkembangan fisik dan kognitif anak hingga dewasa. (Khalisha et al., 2024) Faktor utama penyebab terjadinya stunting yaitu rendahnya asupan vitamin dan mineral, buruknya keragaman pangan dan sumber protein hewani serta pola asuh yang kurang baik. Pengetahuan, perilaku dan praktik pemberian makan kepada anak juga menjadi penyebab stunting apabila ibu tidak memberikan asupan gizi yang cukup baik. Pengetahuan merupakan faktor utama yang memengaruhi perilaku ibu dalam pencegahan stunting. Sebagai ranah kognitif, pengetahuan menjadi dasar terbentuknya sikap dan perilaku. Ibu yang memahami kebutuhan gizi, ASI eksklusif, pemberian MP-ASI yang tepat, dan pemantauan tumbuh kembang anak akan lebih konsisten mencegah stunting, begitu pula sebaliknya (Kemenkes RI, 2020). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu dengan perilaku pencegahan stunting pada balita di Puskesmas Gondokusuman I Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 64 ibu yang memiliki balita dengan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan. Data dikumpulkan melalui pengisian lembar kuesioner. Uji analisis menggunakan uji Spearman Rank dengan nilai (p=0,000<0,05). Diharapkan bagi tenaga kesehatan mampu berperan aktif dalam untuk memberikan edukasi secara rutin, terarah, dan mudah dipahami mengenai stunting serta pencegahannya agar pengetahuan ibu dapat diaplikasikan dalam perilaku sehari-hari.
Copyrights © 2026