Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, obesitas pada remaja usia 13-15 tahun sebesar 41%. Masalah status gizi seperti obesitas pada remaja semakin meningkat yang dipengaruhi oleh konsumsi makanan tinggi kalori rendah nutrisi atau junk food. Paparan iklan yang mudah diakses melalui media sosial memicu peningkatan konsusmi makanan yang tidak sehat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan keterpaparan iklan makanan junk food terhadap status gizi siswa/siswi SMP Negeri 1 Godean. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitic dengan desain cross sectional. Jumlah populasi adalah 382 siswa dengan teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling sehingga diperoleh jumlah responden 42 siswa. Data keterpaparan iklan makanan junk food diperoleh melalui pengisian kuesioner, data status gizi diperoleh melalui pengukuran berat badan dan tinggi badan kemudian dihitung menggunakan WHO Antroplus. Analisis data keterpaparan iklan terhadap status gizi menggunakan uji Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara keterpaparan iklan makanan junk food terhadap status gizi dan niai korelasi negative atau tidak searah yang menggambarkan hubungan yang lemah (r = -0,1248; p = 0,4311). Sehingga disarankan untuk siswa/siswi agar dapat memilah iklan-iklan makanan yang dilihat dan tetap mempertahankan pola makan yang sehat saat ini.
Copyrights © 2026