ASI (Air Susu Ibu) Eksklusif adalah ASI yang diberikan kepada bayi sejak dilahirkan selama 6 (enam) bulan, tanpa menambahkan dan atau mengganti dengan makanan atau minuman lain. Bayi yang tidak menerima ASI eksklusif dapat mengalami dampak negatif terhadap kesehatannya, salah satu risiko yang dapat timbul adalah stunting. Jika bayi tidak memperoleh asupan gizi yang sesuai dengan kebutuhannya, maka mereka berisiko mengalami gangguan pertumbuhan dan perkembangan di masa mendatang. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan tingkat stress pada ibu menyusui dengan praktik pemberian ASI eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Gamping 1. Pengambilan data ini menggunakan rancangan penelitian cross sectional, yaitu metode penelitian observasional. Populasi pada penelitian ini merupakan ibu menyusui dengan bayi usia 6 – 7 bulan yang berdomisili di wilayah Kerja Puskesmas Gamping 1. Penelitian ini menggunakan teknik pengambilan sampel Purposive Sampling (Sampel bertujuan) dan didapatkan 65 sampel. Pada penelitian ini, instrument yang dugunakan untuk mengukur tingkat stress pada ibu menyusui yaitu kuesioner Perceived Stress Scale (PSS). Selain itu, instrument yang digunakan pada penelitian ini yaitu kuesioner ASI eksklusif. Analisis uji hubungan tingkat stress pada ibu menyusui dengan praktik pemberian ASI eksklusif pada penelitian ini menggunakan analisis chi-square. ibu yang memberikan ASI eksklusif memiliki tingkat stress yang normal (80%) dan tingkat stress ringan (47,83%). Sementara mayoritas ibu yang tidak memberikan ASI eksklusif memiliki tingkat stress berat (72%) dan tingkat stress cukup berat (85,71%). Uji statistik menggunakan uji Fisher’s Exact menunjukkan adanya hubungan signifikan antara tingkat stress dengan praktik pemberian ASI eksklusif dengan nilai p-value = 0,015.
Copyrights © 2026